{"id":106834,"date":"2024-12-03T09:33:16","date_gmt":"2024-12-03T02:33:16","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=106834"},"modified":"2024-12-03T09:33:16","modified_gmt":"2024-12-03T02:33:16","slug":"gerak-cepat-satpolairud-polres-tanggamus-identifikasi-kecelakaan-laut-di-teluk-semaka-hasilkan-seluruh-penumpang-dan-abk-selamat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2024\/12\/03\/gerak-cepat-satpolairud-polres-tanggamus-identifikasi-kecelakaan-laut-di-teluk-semaka-hasilkan-seluruh-penumpang-dan-abk-selamat\/","title":{"rendered":"Gerak Cepat Satpolairud Polres Tanggamus Identifikasi Kecelakaan Laut di Teluk Semaka Hasilkan Seluruh Penumpang dan ABK Selamat"},"content":{"rendered":"<p><strong>Tanggamus, majalahglobal.com<\/strong> &#8211; Sebuah kecelakaan laut terjadi di perairan Teluk Semaka, Kabupaten Tanggamus, tepatnya di perairan Cukuh Balak menuju Pulau Tabuan, Senin 2 Desember 2024 sekitar pukul 13.00 WIB.<\/p>\n<p>Kasat Polairud Polres Tanggamus Iptu Zulkarnain mengatakan, kecelakaan laut melibatkan sebuah perahu jukung berkatir yang mengangkut enam penumpang dan dua awak kapal (ABK) yang diterjang badai.<\/p>\n<p>&#8220;Perahu jukung sempat terbalik hingga tiga kali. Beruntung, seluruh penumpang dan ABK berhasil selamat berkat upaya warga dan nelayan Putih Doh, Cukuh Balak,&#8221; kata Iptu Zulkarnain mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rivanda, S.I.K.<\/p>\n<p>Kasat menyebut, adapun identitas korban kecelakaan laut terdiri dari enam penumpang yakni bernama Eni (33), warga Way Rate, Kabupaten Pesawaran; Aida (35), warga Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu; Diah (34), warga Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.<\/p>\n<p>Kemudian, Iin (36), warga Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu; Retno (24), warga Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran dan Revan (16), warga Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.<\/p>\n<p>&#8220;Selain itu, dua ABK bernama Hamid (21), warga Pulau Tabuan, Cukuh Balak sebagai kapten kapal dan Erwan (30), warga Pulau Tabuan, Cukuh Balak sebagai ABK,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Kasat menjelaskan, kronologi kejadian bermula pada pukul 13.00 WIB, rombongan penumpang bertolak dari penyebrangan Putihdoh menuju Pulau Tabuan menggunakan perahu jukung berkatir.<\/p>\n<p>Dalam perjalanan, sekitar pukul 14.00 WIB, badai dengan angin kencang dan ombak tinggi menghantam perahu. Akibatnya, katir perahu patah, dan perahu terbalik hingga tiga kali.<\/p>\n<p>Barang-barang milik korban hanyut terbawa ombak, sementara korban harus bertahan dengan mengapung di tengah badai selama sekitar dua jam.<\/p>\n<p>Salah satu korban berhasil menghubungi warga di Pantai Penyebrangan Putihdoh menggunakan ponsel yang disimpan dalam plastik.<\/p>\n<p>Nelayan setempat segera melakukan upaya penyelamatan, meskipun harus menghadapi ombak setinggi 2\u20133 meter.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah usaha keras, seluruh korban berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke rumah warga setempat dan telah dihubungi keluarganya,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, beberapa barang korban dilaporkan hilang, termasuk Ponsel Oppo, Ponsel Vivo, Uang tunai sebesar Rp1 juta dan STNK motor Honda Beat.<\/p>\n<p>Kesempatan itu, Kasat Polairud Polres Tanggamus mengucapkan terima kasih atas keberanian warga nelayan dari Pantai Putihdoh yang telah membantu penyelamatan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang menyelamatkan para korban kecelakaan laut tersebut,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan saat berlayar, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.<\/p>\n<p>&#8220;Kami terus mengimbau masyarakat untuk waspada dan mematuhi prosedur keamanan di laut, terlebih saat ini sedang terjadi gelombang tinggi,&#8221; imbaunya.<br \/>\n<strong>Oleh: Andi JR Kaperwil MG<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanggamus, majalahglobal.com &#8211; Sebuah kecelakaan laut terjadi di perairan Teluk Semaka, Kabupaten Tanggamus, tepatnya di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":106835,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11403],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-106834","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-38-provinsi-di-indonesia"],"amp_enabled":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/106834","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=106834"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/106834\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":106836,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/106834\/revisions\/106836"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/106835"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=106834"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=106834"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=106834"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=106834"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}