TANGGAMUS, majalahglobal.com – Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Tanggamus dianggap menjadi lembaga penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) yang dipenuhi kontroversi.
Pasalnya,selain persoalan praktik nepotisme yang dilakukan pada perekrutan Panitia pengawas pemilihan umum Kecamatan (Panwascam) hingga berujung polemik.
Dalam perekrutan panitia pengawas pemilihan umum Kelurahan dan desa (PKD) pun terdapat keganjilan hingga dinilai sarat akan pengkondisian.
Kali ini,lembaga penyelenggara pemilu itu kembali menuai badai lantaran diduga belum membayar honor bimbingan teknis (Bimtek) panwaslu pada tahun 2023.
Hal itu diungkapkan mantan anggota panwaslu yang enggan disebut namanya.
“Dana bimtek panwaslu se Kabupaten Tanggamus yang dimulai bulan april 2023 belum dibayar smpai sekarang,” ungkapnya melalui chat whatsapp,selasa (10/7).
Dia menjelaskan,Bawaslu Tanggamus di tahun 2023 lalu telah dua kali menggelar Bimtek yang diadakan disalah satu hotel di Kecamatan Gisting.
Dalam bimtek tersebut,terdapat honor bagi anggota panwaslu yang hadir sebagai peserta sebesar Rp.1,2 juta per orang.
Sehingga jika diakumulasi,setiap anggota panwaslu mestinya menerima honor sebesar Rp.2, 4 juta.
Namun,sayangnya hingga saat ini honor tersebut tak kunjung terbayarkan.
“Dua kali bang bimtek itu,dihari yang berbeda.Lokasi di hotel Gisting,besar dana bimtek itu Rp.1, 2 juta per orang sampai sekarang belum dibayar,” keluhnya.
Dirinya mengaku sudah banyak yang mempertanyakan terkait mandeknya honor bimtek tersebut ke sekretariat Bawaslu Tanggamus.Namun,yang didapat hanya beribu alasan tanpa kepastian.
“Ini alasannya kalau ditanya bang,sedang pengajuan atau ada kesalahan atau pengajuannya masih di Provinsi.Itu-itu saja alasannya bang,”keluhnya.
Dirinya menuding Ketua Bawaslu Tanggamus Najih Mustofa sebagai biang kerok atas banyaknya kontroversi yang terjadi di Bawaslu Tanggamus.
“Kacau Bawaslu Tanggamus semenjak kepemimpinan Najih Mustofa,tidak jelas dana-dananya,” ujarnya.
Selain soal tidak adanya transparansi anggaran,dia juga mengatakan praktik nepotisme tumbuh subur di era Najih Mustofa.
“Pokoknya parah bang kepemimpinan Najih ini, penyelenggaranya sanak familynya semua,”ketusnya.
Sementara itu,baik Ketua Bawaslu Tanggamus Najih Mustofa maupun Kepala Sekretariat Bawaslu Tanggamus Alvindra belum berhasil dikonfirmasi.
Oleh: TIM I W O TGMS










