mahkota555

Bumi Amukti Palapa untuk Mojokerto

Bumi Amukti Palapa untuk Mojokerto
Bumi Amukti Palapa untuk Mojokerto
Oleh : Drs. Kartiwi
Ada deklarasi menarik yang diprakarsai para tokoh dan penggiat budaya Mojopahit. Tak kurang 11 orang hadir. Mereka mewakili Lembaga, Padepokan, Komunitas, antara lain : Singa Liar Majapahit, Pawitra Dharma Agung, Laskar Majapahit Benteng Nusantara NKRI, Sang Aji Siddidatri, Forum Ketahanan Budaya, Suluk Aji Nusantara, Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) dan lain lain.
Diskusi berlangsung alot debatable, jam 19.00-24.00 wib pada Jumat 28 Juli 2023 di rumah Ibu Endah Koeswantoro, Dusun Kademangan Desa Dlanggu Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto.
Tukar kaweruh (dialog interaktif) membedah persoalan pelik sejarah peradaban Nusantara. Saking asyiknya hingga disepakati *Brand* pertemuan malam itu dengan nama : Kademangan Informal Meeting.
Bahwa sudah selayaknya julukan tepat yang pas dan pantas bagi MOJOKERTO adalah BUMI AMUKTI PALAPA. Bukan Kota Onde Onde sebagaimana yang kerap kita dengar selama ini.
Dan penetapan untuk julukan Mojokerto tersebut harus punya kekuatan hukum yang dituangkan dalam bentuk Lembaran Daerah atau Peraturan Daerah (PERDA). Yang selanjutnya direalisasi lewat pranata / instrumen pendukung SK. Bupati.
Mengapa demikian?
Mojokerto mempunyai kontur geografis legendaris penuh mistis. Leluhur sendiri sudah demikian cerdas dalam menjaga marwah alam. Letak gunung, aliran sungai, lembah, dataran luas safana yang menghijau, hutan, sawah, ranu, semua ditata apik asri elok indah sesuai kaidah Memayu Hayuning Bawono.
Termasuk kandungan bumi yang menyimpan sejuta misteri di dalamnya untuk bekal anak cucu hingga akhir jaman.
Leluhur kita juga percaya ada kehidupan baru setelah kita meninggalkan alam dunia ini. Tak salah jika madeg pandhita terus dilakukan pasca manajemen dunia selesai.
Persoalannya, ternyata manajemen dunia tak gampang. Diwarnai perjuangan dan pengorbanan.
Bahwa mempersatukan gerak satu visi dalam hidup perlu proses panjang melelahkan. Gajahmada telah didaulat para resi untuk mempersatukan negeri. Agar jelajah penaklukan di atas bumi pertiwi berjalan Mukti. Ngluruk tanpo bolo, Perang tanpo sanjoto, Menang tanpo ngasorake.
Tak lama terjadilah kesepakatan kebulatan tekad. Sambil menghunuskan pusaka ke atas langit, terucap ikrar sakral yang menggelegar ke seantero pelosok negeri.
Sumpah tersebut kemudian dicatat sejarah dan terkenal dengan sebutan :SUMPAH AMUKTI PALAPA.
Titik dimana sumpah tersebut diucap. Kini masih dalam kajian para ahli. Karena di beberapa tempat bumi Mojokerto belum ada kata pasti. Semua masih menduga duga. Apakah di Jabung Jatirejo, punden winong Kademangan Dlanggu, seputar Kutorejo, atau kah di wilayah Kota Mojokerto.
Saling klaim boleh boleh saja. Tapi alam tetap diam. Hanya memberi sinyal isyaroh kepada putro wayah yang dapat hidayah.
Pro kontra pasti ada. Temuan situs, prasasti, bahkan fosil adalah bukti. Bahwa arkeolog pun pernah menggali sejarah peradaban di Mojokerto. Sampai akhirnya fosil purba berusia jutaan tahun lalu diberi nama Mojokertensis.
Sampai di sini bisa dipahami jikalau perjalanan sejarah berdirinya Mojopahit mengambil letak strategis mewakili miniatur Nusantaea di bumi Mojokerto.
Lalu menorehkan amanah kepada seorang anak manusia dari rahim ibu pertiwi bernama Gajahmada.
Perjalanan panjang berliku demikian itu menjadikan Mojokerto pantas mendapat anugerah julukan Trah sebagai BUMI AMUKTI PALAPA.
Penulis adalah penggiat budaya dan YouTuber SULUK AJI, tinggal di Pekukuhan Mojosari Mojokerto Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *