SIDOARJO,majalahglobal.com – Dalam Kegiatan Doa Bersama untuk Negeri, bersama warga masyarakat Sidoarjo yang dilakukan oleh tim wong cilik Yo Iso Dadi Pemimpin yang diprakarsai oleh tokoh Budayawan,Senadi Harjo bersama tim pegiat budaya Nusantara ini di lakukan dibeberapa tempat cagar budaya Sidoarjo,dari kegiatan tersebut di apresiasi oleh tokoh masyarakat disekitar tempat yang dibuat kegiatan berdoa bersama itu.

Melanjutkan kegiatan yang sebelumnya sudah dilakukan oleh tim relawan pegiat budaya berikutnya bersamaan pada hari Jumat,(28/10/22), dalam kegiatan Tim “Wong Cilik Yo Iso Dadi Pemimpin” di sembilan tempat yang sudah kami tentukan jadwal sebelumnya,dan Alhamdulillah berjalan lancar, di hari kedua kegiatan Doa Bersama untuk Negeri ini di tiga tempat,yakni Candi Dermo Desa Candinegoro Kecamatan Wonoayu,selanjutnya ke makam Raden Ayu Putri ( Den Ayu Putri ) di Desa Terung Wetan Kec. Krian,dan dilanjutkan di makam Kidemang Kec.Prambon semuanya dilakukan oleh kami serta tim yang sama yakni dari pegiat budaya,kegiatan doa ini juga mengundang para warga masyarakat setempat,dalam hal ini misi kami dari kegiatan doa tersebut supaya di berikan keselamatan pada diri kita dan keluarga lebih lagi keselamatan untuk negeri yang tercinta semoga harapan kami di hindarkan dari segala mara bahaya/bencana, Sedangkan beberapa waktu lalu kita tahu negeri tercinta ini diberikan ujian berupa dan di Landa bencana banjir,gempa,dan puting beliung maka dengan ini, kami bersama Tim Pegiat budaya berinisiatif sendiri melakukan kegiatan yang serupa, dengan selamatan ( bancaan ) serta doa bersama yang tak lain, pertama mengutamakan bentuk rasa syukur kepada Sang Kholiq,kita masih diberikan kesehatan jasmani rohani dan semoga bencana ini cepat berlalu dan dihindarkan dari segala musibah,”ucapnya senadi Harjo.

“Hari Ini juga bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Semoga Kegiatan ini menjadi inspirasi pemuda dan pemudi Indonesia khususnya, semangat berkarya,membangun bangsa dan gerak lahir batin harus selaras serta serasi dan seimbang, agar toleransi kerukunan umat beragama dan sifat gotong royong selalu menjadi pondasi yang kokoh dalam kehidupan yang berkelanjutan sehingga mewujudkan etos diri kita dan yang berjiwa pancasila untuk kemajuan bersama,” terangnya.

“Kegiatan yang dilakukan oleh tim relawan wong cilik Yo Iso Dadi Pemimpin dengan tema ” DOA UNTUK NEGERI” ini berlangsung selama tiga hari yang terakhir di kecamatan Krembung dan kecamatan Porong dan kegiatan tersebut berjalan mulus dan lancar,dan ketua tim saat menyampaikan ke wartawan majalah global dengan kegiatan selamatan serta doa bersama ini agar kita bisa instropeksi diri sebagaimana kita ada dan hidup” tentu dari ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa, maka dengan kegiatan semacam ini seyogyanya para generasi muda sekarang berharap bisa menyadari dan memahami makna doa bersama bahwa kita bisa menunjukan rasa syukur kita terhadap leluhur bangsa ini,lebih-lebih kepada Sang Pencipta Alam Semesta ini,tentu kami sangat “Alhamdulillah” kami ucapkan Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa giat doa bersama hari ke tiga berlangsung lancar dari tiga tempat,yakni Candi Wangkal kecamatan Krembung, Candi Sumur kecamatan Porong dan Candi Pari Kecamatan Porong dari Total sembilan titik tempat yang sudah kami kerjakan, dan tampak warga masyarakat bisa menerima serta semangatnya dalam mengikuti doa bersama tersebut,”tutur senadi.Sabtu,(29/10/2022).

“Semoga dengan kegiatan ini menjadi inspirasi bagi kita bersama agar keselarasan, keseimbangan dan keserasian antara Manusia – Alam semesta – Sang Maha Pencipta, Makna Uri – Uri Budaya Itu Menumbuhkan Semangat Toleransi untuk Kerukunan dan sifat Gotong Royong kita bersama, Khususnya Generasi muda Indonesia
“Wong Cilik Yo iso
Dadi Pemimpin,” pungkasnya Senadi Harjo. (sgi/mg)










