Majalahglobal.com, Malang – Presiden Jokowi dijadwalkan akan mengunjungi Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku pada tanggal 1 – 2 september 2022. Kunjungan ini merupakan kunjungan kenegaraan untuk ke dua kalinya setelah Presiden Sukarno.
Kehadiran Jokowi di Tanimbar merupakan agenda kerja kenegaraan. Tetapi faktanya Kunjungan orang nomor satu di Indonesia itu telah digiring oleh oknum – oknum politisi di daerah untuk mencari panggung Politik. Perlu diketahui bahwa Tanimbar adalah salah satu daerah yang berstatus daerah 3 T dan masih terkategorikan sebagai daerah tertinggal dan termiskin ekstrim hingga saat ini, karena ulah dari para pejabat daerah sebelumnnya.
Aliansi Mahasiswa Tanimbar Di Malang angkat bicara, mereka mempertanyakan apa tawaran Pemerintah Daerah kepada Jokowi ? untuk menjawab berbagai persoalan di daerah. Seperti status kabupaten termiskin ekstrim di Propinsi Maluku, kasus transkis jual beli tanah di pulau Nustual. Kesiapan Tanimbar menyambut beroperasinya Blok Maselah sebagai daerah penghasil Migas, ditinjau dari kesiapan infraktutur dan SDM.
Menurut salah satu anggota aliansi menilai Daerah tidak memiliki persiapan, sehingga momentum kedatang Jokowi ke Tanimbar, hanya sebatas serimonial. Seharusnya persoalan – persoalan yang telah didebutkan diatas, menjadi subtansi dan fokus pemerintah daerah untuk disuarakan ke Presiden. “Himbaunya” (kor)










