mahkota555

Teroris Terobos Malang Kota, Dimana Aktivis Mahasiswa

Teroris Terobos Malang Kota, Dimana Aktivis Mahasiswa
Teroris Terobos Malang Kota, Dimana Aktivis Mahasiswa

Beberapa hari ini masyarakat Malang dihebokan dengan berita viral oknum Mahasiswa yang ditangkap Densus 88 karena diduga teraviliasi dengan jaringan teroris ISIS.   Bukanlah suatu kebetulan, akan tetapi jaringan teroris ini telah pola pengkaderan yang tertata secara sistematis, tersktutur, dan masif. Apa lagi kali ini dapat menembus dunia pendidikan.

 

Kota Malang sendiri dikenal dengan Kota Pendidikan, hampir setiap tahunnya ribuan Mahasiswa datang dari berbagai pelosok Nusantara bahkan manca Negara. Sebab itulah Kota Malang dipenuhi dengan karteristik orang yang berbeda – beda. Hal ini tentu mengalihkan perhatian kita, terlebih khsus sebagai Aktivis Mahasiswa. Kita sebagai kader yang lahir dari rahim gerakan adalah sudah menjadi kewajiban agar dapat merajut perbedaan di Kota Malang ini, dan turut mengkawal agar Malang aman dan kondusif, juga mampu menangkal gerakan – gerakan intoleran dan terorisme. Tidak hanya melakukan demonstrasi liar di jalanan, tapi hilang peran sebagai agen of control social.

 

Teroris terobos Malang sebagai Kota pendidikan, bagaimana bisa ? Apakah kampus – kampus di Kota Malang ini telah terafiliasi dengan teroris ? Bagaimana bisa ? Apakah kurikulum kita mampu dijebol teroris ? Ataukah kemampuan tenaga pengajar kita kurang mampu dan terampil dalam mendidik generasi anak bangsa kita ? Lalu di manakah peran kita ? kita pasti mempertanyakan banyak hal.

 

Jika se-Level Malang saja yang dengan embel – embel Kota Pendidikan, Kota Toleransi, Kota Multi Cultur dll, berhasil dijebol oleh teroris, lalu bagaimana dengan Kota – Kota yang lainnya ?. Lalu bagaimana langkah kita, apakah duduk diam, atau masih sikut – sikutan di antara kita ?, tidak ! Kita harus melakukan sesuatu, dimulai dari konsolidasi gerakan hingga ke akar basis, menjaga persatuan dan kesatuan. Melakukan pengkaderan secara masif, meningkatkan kolaborasi dan menyebar paham kebangsaan baik dari dunia maya dan dunia nyata.

 

Sebagai aktivis Mahasiswa, kita perlu merfleksikan ini, sebab kita memiliki tanggung jawab moril baik kepada para pendiri bangsa dan generasi bangsa saat ini. Kasus teroris yang dilakukan oknum Mahasiswa ini, telah mencoreng dunia pendidkan, mari belajar dari kasus ini untuk mengingatkan sesama kita, bahwa jangan biarkan kita dikaderkan oleh teroris. Kita adalah kader bangsa, calon – calon pemimpin masa depan bangsa. Negeri ini jangan kita biarkan untuk menjadi sarang teroris. Sebab di Timur tengah, hampir luluh lantah akibat teroris. Kita tentu tidak menginginkan Indonesia seperti itu. Maka sudah saatnya kita bangun, kita tata gerakan untuk kawal Pancasila, untuk Kawal NKRI. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *