Kutai Barat – Kepolisian Resort Kutai Barat bergerak cepat mengusut kasus kriminal yang viral di media sosial beredar isu bahwa peristiwa tersebut Kasus Begal dan pelakunya menggunakan ilmu hitam lantaran saat beraksi pelaku bugil alias tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya yang terjadi Kamis (03/02/2022).
Belakangan diketahui kasus yang terjadi di kampung Asa Kecamatan Barong Tongkok tersebut adalah kasus pencurian.
Kapolres Kutai Barat Sonny Henrico Parsaulian Sirait melalui Kanit Pidum Satreskrim Aipda Renson Sinaga mengatakan,usai kejadian pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara.
Polisi memanggil empat orang dari TKP sebagai saksi dari hasil pemeriksaan saksi maupun investigasi lapangan di simpulkan kejadian tersebut murni kasus pencurian bukan begal.
“Anggota kita ke TKP memang kita menemukan adanya kejadian itu. Tapi itu kasus pencurian sepeda motor bukan begal kalau begal itu perampasan atau pencurian yang di jalanan. Kalau ini bukan begal,”ungkap Renson.
“Pelaku pencurian sudah kita amankan, korban pemilik motor juga kita mintai keterangan,” sambungnya.
Meski demikian belum ada pihak yang dijadikan tersangka,sebab kepolisian melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Apalagi pelaku dalam kondisi agak kritis dan dirawat di rumah sakit namun pelaku masih bisa komunikasi hanya saja belum bisa memberikan keterangan.
Polisi membenarkan pelaku berinisial SP 24 Tahun merupakan resedivis kasus pencurian.
“Bulan Desember kemarin dia baru bebas nah ini dia lakukan lagi,” tutup Renson Sinaga.
Sementara itu, Iput pemilik sepeda motor saat di temui awak media di kediamannya mengaku sepeda motornya hampir dibawa kabur pelaku pada kamis malam.
Aksi pencurian itu terjadi sekitar pukul 20.00 di rumahnya RT.01 kampung Asa Kecamatan Barong Tongkok.
Saat itu anaknya baru pulang dari acara, setiba di rumah sang anak langsung memarkirkan kendaraan di depan rumah dan tidak mencabut kunci kontak.
Iput membuka pintu saat anaknya hendak masuk rumah,tiba tiba Ia melihat seseorang masuk dari samping rumah dan langsung mengambil motor anaknya.
“ Saya lihat dia mengambil motor yang di pakai anak saya tadi,sepontan teriak maling,maling.sambil menghampiri motor tetapi pelaku sudah menduduki motor,” ungkap Iput Jumat 04/02/2022 sore.
Meski di teriaki maling pelaku tetap nekat membawa motor tersebut.Iput berusaha keras menarik motor dari belakang tetapi pelaku menendang dengan kaki,akibatnya Iput terseret hingga empat meter.
Pelaku agak sedikit lambat mengambil sepeda motor Satria F milik anaknya karena posisi motor menghadap rumah di samping motor ada sebuah mobil.
“Saya tahan motor itu sampai terseret empat meter di aspal, saya jatuh dan pelaku juga terjatuh,” terang Iput.
Sang anak melihat ayahnya terjatuh berusaha menolong dengan memukul pelaku hingga akhirnya bisa di lumpuhkan. Saat kejadian tidak ada warga lain yang mengetahui dan menolong sebab rumahnya berjauhan. Setelah pelaku berhasil dilumpuhkan, warga melapor ke pihak kepolisian. (Kornelius Sunardi)










