mahkota555

2 Syarat Menjadi Pejuang, Ini Penjelasannya!

2 Syarat Menjadi Pejuang, Ini Penjelasannya!
2 Syarat Menjadi Pejuang, Ini Penjelasannya!

Seorang pejuang, dimanapun tempat akan menjadi pejuang, sedangkan pecundang dimanapun tempat akan tetap menjadi pecundang, Itu adalah maqolah guru kami Syekh Achmad.
Maksudnya ialah seseorang dalam hidup harus selalu berjuang, agar hidupnya bisa bermanfaat. Contoh seorang santri harus selalu berjuang agar mempunyai ilmu yang mumpuni sebagai bekal dalam hidup bermasyarakat nantinya.

Sementara pecundang adalah gambaran orang yang tidak mempunyai manfaat pada sesamanya, hidupnya selalu menyusahkan orang lain dan pribadinya sendiri. Contoh seorang yang tidak mau belajar maka ia akan kesulitan pada kemudian hari, karena ia tidak bisa mengamalkan ilmunya dan akan selalu diremehkan orang lain. Hal inilah yang harus kita hindari, oleh sebab itu maka untuk menjadi pejuang haruslah mempunyai 2 syarat, yaitu :

1. Ilmu. Seorang yang mempunyai ilmu, dimanapun tempatnya ia berada akan selalu bisa bermanfaat untuk orang lain. Gambarannya seorang guru, pastinya akan bisa diterima dan dibutuhkan oleh masyarakat karena keilmuannya. Jadi wajib hukumnya seseorang untuk mempunyai ilmu dengan bimbingan guru, agar bisa mengamalkannya dengan baik.

2. Sikap. Setelah mempunyai ilmu maka berikutnya seseorang harus mempunyai sikap. Maksudnya dalam hidupnya mempunyai tujuan yang pasti, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh godaan yang bisa menghambatnya mencapai tujuan tersebut.
Dengan ilmu dan sikap yang jelas, maka seseorang akan mudah untuk menempatkan dirinya dan selalu berkembang menjadi lebih baik.

Adapun buah dari ilmu penjelasannya ada dalam kajian kitab balaghoh PonPes Khomsani Nur, berikut ini:

Kejelasan dari buahnya ilmu dari seorang yang mengabdikan dirinya untuk kepentingan pendidikan, itu membuatnya terjaga dalam niatannya tersebut. Dengan begitu ia akan terhindar dari akhlaq yang tercela selama ia mampu menjaga untuk selalu istiqomah dalam belajar dan menyampaikan ilmunya.

Ketika seorang itu mampu menjadi wasilahnya ilmu dan mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan pendidikan itu membuatnya jauh dari beberapa nafsu yang jelek. Dan orang yang telah menjadi wasilah ilmu tersebut adalah orang yang taat dan menjadi lentera bagi orang yang bodoh. Karena perjalanannya jauh dari perkara yang dibenci orang lain dan terlindungi dari kesalahan.

Maka sesungguhnya selalu terpancar kebahagiaan pada wajah orang orang yang mengabdi untuk ilmu yang bisa terlihat oleh orang lain.
Kyai Mushonif berpesan untuk semuanya agar berbuat kebagusan sesudah kita meniatkan untuk mengabdi pada pebdidikan, yang mana itu semua akan tercatat dan tidak akan bisa hilang selamanya.

Tidak akan pernah menemukan suatu keberhasilan dengan cara bersenang senang tanpa adanya bersusah payah.
Dan pasti buah ilmu itu akan tumbuh selama orang itu selalu berusaha belajar dan juga menyampaikannya, meskipun ia tidak memintanya dan tidak mengetahui tentang masa depannya.
(Sumber Kitab Balaghoh PonPes Khomsani Nur, Atz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *