mahkota555

Pengobatan Rutin Diabetes Melitus Tertolong dengan JKN-KIS

Pengobatan Rutin Diabetes Melitus Tertolong dengan JKN-KIS
Pengobatan Rutin Diabetes Melitus Tertolong dengan JKN-KIS

Jombang – Repik (44) adalah peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dari Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang telah merasakan manfaat yang nyata dalam pengobatan diabetes melitus. Baginya memiliki jaminan kesehatan dirasa sangat penting untuk melindungi tubuh dari penyakit apalagi usia yang semakin bertambah.

“Akhir tahun 2013 ketika malam hari merasa tidak enak badan, batuk , pandangan kabur dan makan terus, saat itu dirinya mengira hanya sakit biasa, namun ketika memeriksakan diri ke rumah sakit , betapa terkejutnya dari hasil pemeriksaan dokter divonis mengidap diabetes melitus. Tidak bisa dibayangkan jika sampai saat ini tidak mendaftar JKN-KIS dan saya harus mengeluarkan biaya sendiri dan mahal, apalagi pengobatan ini terus berlanjut,” cerita Repik.

Dari pihak keluarga disarankan untuk memakai BPJS Kesehatan. Ia pun langsung mendaftarkan diri dalam program JKN-KIS setelah pulang dari rumah sakit. Syukur diungkapkannya manakala ia merasakan bahwa program JKN-KIS karena sangat membantu masyarakat yang membutuhkan dan sangat dirasakan manfaatnya terutama penyakit kronis. Ia juga memberi apresiasi terhadap pelayanan yang di terima dari puskesmas.

“Ia rutin melakukan kontrol tiap bulan dan tidak ada perlakuan yang berbeda baik. Pasien umum maupun pasien JKN-KIS, semuanya sama dalam hal mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan berkualitas dan tidak ada biaya sama sekali. Pengobatan diabetes melitus secara kontinu bagi saya merupakan kontrol pola hidup sehari-hari,” tuturnya.

Ia menceritakan pengalaman pertamanya saat baru tahu tentang Prolanis yang awalnya ia ketahui saat pemberian edukasi di Puskesmas. Sebelum pandemi rutin mengikuti kegiatan Prolanis di Puskesmas dan banyak sekali memberikan manfaat. Namun kegiatan itu berkurang manakala pandemi menyerang.

“Waktu itu terasa aneh dan malas untuk ikut program prolanis. Pihak Puskesmas menjelaskan lebih detail tentang manfaat dan kegunaan ikut program prolanis. Akhirnya saya ikut program prolanis. Manfaatnya sangat dirasakan sekali untuk kesehatan terutama untuk mengontrol tiap bulan kadar gula dan pola makan hidup saya.

Ia menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan program ini. Tak lupa Ia menghimbau kepada para peserta JKN-KIS untuk selalu rutin membayar iuran.

“Menjadi peserta JKN-KIS merupakan proteksi diri sejak dini dan tidak perlu takut untuk mengeluarkan biaya sendiri. Merasakan sakit tentu tak enak. Kesembuhan menjadi hal yang berharga saat sedang sakit. Bahkan, tak sedikit orang yang rela mengeluarkan banyak uang agar bisa sembuh. Meskipun ketika tidak sakit dapat mendonasikan iuran kepada mereka yang sedang membutuhkannya,” ucap Repik. (jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *