Ada dua macam Doa:
Yang pertama adalah Doa yang diterima dan yang kedua adalah Doa yang dinikmati oleh Allah SWT. Itu adalah maqolah dari guru kami Syekh Achmad. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
ادعوني أستجب لكم
“Berdoalah kalian niscaya Aku kabulkan.” (Qs. Ghafir 60).
Dengan berdoa maka kita menyadari bahwa Allahlah yang Maha Memberi dan yang menerima doa doa kita. Tidak lupa pula doa tersebut kita imbangi dengan usaha yang maksimal untuk menyempurnakan doa tersebut.
Untuk itu seorang hamba wajib berdoa dan supaya Allah menikmati doa kita, maka syaratnya harus memakai tata krama.
Sedangkan bila kita hanya berdoa saja tanpa tata krama, ibarat seorang pengamen yang suaranya parau, musik dan makna lagunya tidak berbobot.
Pasti bagi yang mendengarnya ingin segera mengusir pengamen tersebut dengan memberikannya uang recehan.
Sedangkan bila doa tersebut memakai tata krama ialah ibarat seorang pengamen yang suaranya merdu dan lagunya penuh makna. Musik serta iramanya serasi. Maka orang yang mendengarkannya itu lebih senang jika pengamen tersebut dalam membawakan lagu untuk berlama lama.
Sayyid Alwi Al Maliki Al Hasani Menyebutkan Bahwa Tata Krama dalam berdoa Ada Sepuluh, yaitu:
1. Hendaknya seseorang membuka Doa dengan Memuji kepada Allah, dan Membaca Sholawat pada Nabi, Serta Menutup Doa dengan Menyebut Nama Allah dan Membaca Sholawat Nabi Juga.
2. Hendaknya sesorang itu menunggu Untuk Berdoa Pada Waktu-waktu Yang Mulia, Seperti Setahun Sekali ketika Di Arofah (Haji), Satu Bulan Penuh Pada Bulan Rimadhon, Satu Minggu sekali Pada Hari Jumat, Sehari semalam Pada Waktu Sahur.
3. Hendaknya seseorang memohon dengan kerendahan hati, Khusyu’, Cinta, dan Takut kepada Allah.
4. Hendaknya seseorang Berdoa Menghadap ke arah Qiblat dan Mengangkat kedua Tangannya sampai terlihat putihnya Ketiak. Serta seharusnya dalam keadaan berwudhu’ dan mengusapkan kedua telapak tangannya pada Wajahnya pada waktu Akhir Berdoa.
5. Merendahkan suara antara suara rendah dan tinggi ketika berdoa.
6. Hendaknya dalam Berdoa seseorang tidak dalam keadaan kelaparan.
7. Hendaknya seseorang menetapkan Doanya dan Membenarkan Keinginannya dalam Doa.
8. Hendaknya seseorang meminta dengan tegas dan Mengulangi doanya Tiga kali, serta tidak meyakini Akan Lambatnya dalam hal Ijabah.
9. Hendaknya Melakukannya pada keadaan-keadaan yang Mulia, Seperti ketika Turun Hujan, Iqomah Sholat Fardu atau Sebelum Sholat Fardhu. Antara Adzan dan Iqomah, ketika Sujud, Seperti keterangan Hadist.
10. Tatakrama Batin, ini merupakan pangkal terkabulnya setiap Doa. Taubat ketika Dholim, Datang Kepada Allah dengan menyebutkan pokok keinginan itulah sebab yang paling dekat dengan Ijabah.
Kitab Abwab Al Faraj Karya Sayyid Alwi Al Maliki Al Hasani, Hal 9).
Untuk itu mari berdoa dengan menggunakan tatakrama yang benar agar setiap Doa kita dapat dinikmati oleh Allah SWT. Amin. (Atz)










