mahkota555

Orang Yang Selalu Bersama dengan Allah, Simak Penjelasannya

Orang Yang Selalu Bersama dengan Allah, Simak Penjelasannya
Orang Yang Selalu Bersama dengan Allah, Simak Penjelasannya

Majalahglobal.com, Orang orang yang selalu bersama Allah adalah orang yang tidak pernah mengeluh dan senantiasa berbagi kenikmatan (manfaat). Itu adalah maqolah Guru Kami Syekh Achmad, berikut adalah penjelasannya.
Golongan yang pertama
Dalam sebagian ayat 286 surat AlBaqoroh menyebutkan :

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا

Artinya :
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Maksudnya ialah Allah tidak pernah membebani hambanya, yang membuatnya menjadi beban ialah sebab keluhannya sendiri. Sehingga jika seseorang tidak pernah mengeluh dan senantiasa bersyukur, maka hidupnya akan menjadi berkah dan mudah. Ia akan senantiasa optimis dalam setiap langkahnya, karena yaqin akan adanya pertolongan dari Allah.

Beda dengan orang yang sering mengeluh, hidupnya akan selalu terbebani karena ia selalu pesimis dan tidak mau berusaha. Sehingga masalahnya tidak akan terselesaikan malah akan semakin bertambah dan menjadikannya beban. Oleh sebab itu hendaknya kita jadikan permasalahan itu adalah jalannya syariat yang membuat seseorang menjadi lebih baik.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Terjemah Arti: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. — Quran Surat Ibrahim Ayat 7.

Golongan yang kedua :
Yaitu orang yang senantiasa berbagi kenikmatan (kemanfaatan)
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289). Dengan berbagi kemanfaatan, merupakan wujud nyata dari rasa syukur kepada Allah SWT.

Maksudnya ialah manusia tidak cukup hanya beribadah untuk pribadinya sendiri, tetapi juga harus berbagi kemanfaatan untuk sesama. Karena manusia yang terbaik itu ialah yang paling banyak manfaatnya untuk sesama. Adapun kemanfaatan itu bisa dalam bentuk apa saja, baik berupa ilmu, harta dan jiwa raga.

Seorang guru yang ikhlash mengajar dalam kesehariannya, berarti ia telah berbagi kemanfaatan ilmu kepada sesamanya. Seorang dermawan yang memberikan zakat dan sedekahnya kepada yang membutuhkan adalah contoh seorang yang berbagi kemanfaatan hartanya. Sedangkan bagi yang mempunyai tubuh yang sehat, bisa menyumbangkan tenaganya untuk penbangunan tempat ibadah dll.

Untuk itu janganlah pernah mengeluh dalam hidup ini, karena rahmat dan karunia Allah yang begitu luasnya. Kita hanya wajib mensyukuri dan menjalaninya saja serta membagikan kenikmatan, agar bisa menjadi manusia yang selalu bersama dengan Allah. Amin. (Atz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *