Majalahglobal.com, ARTIKEL –
Warisan atau peninggalan bagi orang yang senang melakukan kebaikan itu dapat menjadikan orang tersebut mendapatkan balasan dari Allah. Dengan syarat adanya niat yang tulus dalam tujuannya dan menafkahkan hartanya tanpa membeda bedakan golongan.
Serta dalam menafkahkan hartanya itu dengan senang hati dan berhati hati dalam menjaga pada jalan yang lurus.
Dan barangsiapa menjauhi pada perkara yang membuat Allah murka, maka Allah akan membukakan pintunya beberapa orang orang yang yang mempunyai keluasan hati. Karena ia akan selalu berpegangan pada hukum Allah dengan menghasilkan amaliah yang bagus dan selalu mempunyai niat yang bagus pula.
Dengan itu pula membuatnya selalu berada pada petunjuk guru yang senantiasa membimbing dalam setiap langkahnya.
Maka bagi orang yang mampu menghilangkan keakuannya(merasa), sesungguhnya ia memiliki keutamaan seperti keutamaannya para kekasih Allah. Karena amaliahnya merupakan hidayah dari Allah, sehingga mampu menghindar dari perkara keburukan yang menghancurkan amaliah tersebut. Adapun kebaikan amaliahnya merupakan petunjuk dari teladan beberapa guru yang bijaksana yang mampu menjaga dari tingkah kejelekan.
Dan dalam pribadi orang tersebut selalu istiqomah beramal, serta mempunyai semangat untuk berbagi kemanfaatan pada sesama. Walaupun terkadang amal tersebut belum sempurna, tetapi setidaknya ia selalu berusaha konsisten dalam melangkah sesuai petunjuk gurunya.
Kyai Mushonif selalu mengajarkan untuk membuang tingkah yang membuat seseorang menjadi lupa kepada Allah. Dengan cara menghidupkan rasa syukur sebagai makhluq yang tidak mempunyai daya apa apa. Juga agar selalu segera bertindak demi untuk kepentingan sesamanya dan meninggalkan kepentingan pribadinya.
(Sumber : Kitab Balaghoh PonPes Khomsani Nur, Atz).










