mahkota555

Kaum Difabel Mojokerto Dapatkan SIM D Gratis dari Polres Mojokerto

Sarirejo
Sarirejo

Majalahglobal.com, MOJOKERTO – Satlantas Polres Mojokerto mengadakan kegiatan edukasi pelopor keselamatan berlalu lintas pada korban pasca kecelakaan maupun cacat sejak lahir, Sabtu (6/2/2021) di Depan Kantor Unit Laka Lantas Polres Mojokerto, Jalan Gajah Mada No.98, Dusun Sidotopo, Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, hari ini kami dari Satlantas Polres Mojokerto telah usai melaksanakan kegiatan pelopor keselamatan berlalu lintas pada korban laka lantas, laka kerja maupun cacat sejak lahir.

“Langkah ini kami laksanakan karena merupakan atensi dari Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda Jawa Timur. Hari ini, total ada 16 kaum difabel yang kami undang. Dimana yang 7 orang telah mempunyai SIM D. Dan yang 9 orang lainnya hari ini melakukan ujian SIM D dan telah lulus semua mendapatkan SIM D gratis dari Polres Mojokerto,” ujar Kapolres Mojokerto.

Lebih lanjut, Kapolres Mojokerto juga mengatakan, tadi sudah kita lihat semua, 9 kaum difabel yang hari ini ujian praktek SIM D sudah mahir semua.

“Harapannya kedepan, semoga kita bisa memberikan peluang-peluang pekerjaan untuk 1500 kaum difabel di Kabupaten Mojokerto. Sebenarnya, bukannya kami tidak mau mengundang semua, namun karena kondisi pandemi, kita tidak boleh menimbulkan kerumunan. Kedepannya akan ada acara pemberian SIM D gratis lagi secara bertahap pada kaum difabel di Kabupaten Mojokerto,” ungkap Kapolres Mojokerto.

Selain itu, lanjut Kapolres Mojokerto, Polres Mojokerto juga telah menyiapkan kios masker gratis di titik-titik keramaian. Untuk awalnya, saat ini ada 10 titik kios masker di Kabupaten Mojokerto.

“Hal ini merupakan salah satu upaya Polri dalam mengedukasi masyarakat tertib memakai masker kain atau medis. Jangan masker scuba ya, karena masker scuba hanya bisa melindungi 30 persen saja,” tutup Kapolres Mojokerto.

Sarirejo
Sarirejo

Sementara itu, Sarirejo yang merupakan salah satu anggota Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) Mojokerto mengatakan, saya tetap bersemangat menjalani hari ini, karena semangat dari pihak keluarga saya dan hidayah dari Allah SWT.

“Saya yakin ini sudah menjadi takdir saya. Jadi saya kecelakaan pada bulan Desember 2006. Dimana setelah kecelakaan lalu lintas tersebut, kaki saya harus diamputasi. Hingga akhirnya istri saya menceraikan saya. Kemudian saya menikah lagi dengan wanita yang sama-sama difabel. Pekerjaan saya setiap harinya adalah servis kompor LPG dan jual beli kelengkapan kompor LPG. Untuk perjalanan jarak dekat saya menggunakan kursi roda. Sedangkan untuk perjalanan jarak jauh, aaya menggunakan sepeda motor yang telah saya modif sesuai kebutuhan saya,” ujar pria berusia 41 tahun yang merupakan Warga Desa Pekuwon, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. (jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *