MOJOKERTO – Pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII yang melintasi Sungai Glagah, Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, terus dikebut. TNI bersama warga bahu-membahu menyelesaikan jembatan vital yang menjadi akses utama masyarakat setempat.
Pada Selasa (13/10/2026), personel Kodim 0815/Mojokerto bersama masyarakat tampak kompak melaksanakan pengerjaan struktur jembatan. Sejumlah pekerjaan dilakukan, mulai dari pembesian, peninggian tembok penahan tanah (TPT), hingga persiapan pengecoran.
Pasiter Kodim 0815/Mojokerto, Kapten Inf Budiyono, menyampaikan bahwa pembangunan dilaksanakan secara bertahap dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi dan semangat gotong royong.
“Pengerjaan terus kami laksanakan sesuai tahapan yang direncanakan. Kami bersama masyarakat berupaya agar pembangunan berjalan lancar dengan tetap memperhatikan kualitas dan kekuatan jembatan,” ungkap Kapten Budiyono.
Jembatan Garuda sendiri memiliki dimensi panjang 4 meter dan lebar 4 meter dengan kapasitas beban hingga 4,5 ton. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 37 persen.
Pengerjaan melibatkan lima personel TNI dari Kodim 0815/Mojokerto, satu konsultan teknis, dan delapan warga Desa Payungrejo yang dengan antusias ikut serta dalam setiap tahapan.
Diharapkan, keberadaan Jembatan Garuda nantinya dapat memperlancar akses transportasi dan mendukung aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat Desa Payungrejo dan desa-desa di sekitarnya di Kecamatan Kutorejo.
Semangat gotong royong antara TNI dan rakyat menjadi kunci utama dalam menyukseskan pembangunan infrastruktur ini. (Jay)










