Tindak Lanjut Perkuliahan Warga Binaan, UBL Hadir di Lapas Bandar Lampung Cari Solusi Kendala Akademik
BANDAR LAMPUNG, majalahglobal.com — Upaya memastikan akses pendidikan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus berjalan dilakukan Lapas Kelas I Bandar Lampung bersama Universitas Bandar Lampung (UBL). Sebagai tindak lanjut sosialisasi perkuliahan yang sebelumnya telah dilaksanakan, UBL kembali mengirimkan tim untuk memberikan pendampingan, menjawab pertanyaan, sekaligus membahas berbagai kendala yang dihadapi WBP selama mengikuti perkuliahan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Perpustakaan Lapas Kelas I Bandar Lampung, Rabu (23/9/2026). Pertemuan diikuti tim Universitas Bandar Lampung, Staf Pembinaan Lapas Kelas I Bandar Lampung Fitra Herdi, serta WBP yang sedang menempuh pendidikan perkuliahan.
Dalam pertemuan tersebut, WBP diberi ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan proses akademik. Pembahasan mencakup mekanisme pembelajaran, administrasi akademik, pelaksanaan tugas, komunikasi dengan pihak kampus hingga sejumlah kendala teknis selama menjalani pendidikan di lingkungan Lapas.
Diskusi berlangsung secara terbuka dan interaktif. Tim UBL memberikan penjelasan terhadap pertanyaan yang disampaikan sekaligus membahas langkah penyelesaian yang dapat dilakukan agar proses perkuliahan tetap berjalan.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pendidikan WBP. Komunikasi antara pihak Lapas, perguruan tinggi dan WBP juga diperkuat agar kebutuhan akademik dapat diketahui dan ditindaklanjuti secara tepat.
Staf Pembinaan Lapas Kelas I Bandar Lampung, Fitra Herdi, turut mendampingi kegiatan tersebut. Pendampingan dilakukan untuk memastikan komunikasi antara WBP dan pihak universitas berlangsung dengan baik sekaligus mendukung pelaksanaan pendidikan sebagai bagian dari proses pembinaan.
Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Bandar Lampung, Gatot Suariyoko, mengatakan pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan WBP.
“Kami ingin memastikan bahwa Warga Binaan yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dapat menjalankannya dengan baik. Karena itu, setiap kendala yang muncul perlu kita komunikasikan dan carikan solusinya bersama,” ujar Gatot.
Menurut Gatot, kehadiran tim UBL menjadi bentuk sinergi yang penting untuk memastikan proses perkuliahan WBP tetap berjalan.
“Kesempatan memperoleh pendidikan di dalam Lapas bukan hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, mengapresiasi komitmen Universitas Bandar Lampung yang terus memberikan pendampingan kepada WBP yang mengikuti perkuliahan.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen Universitas Bandar Lampung yang terus hadir mendampingi Warga Binaan. Bagi kami, pendidikan adalah investasi untuk masa depan,” ungkap Ike.
Ia menegaskan, Lapas Kelas I Bandar Lampung akan terus mendukung program pembinaan yang memberikan manfaat bagi WBP, termasuk melalui bidang pendidikan.
“Kami ingin selama berada di Lapas, Warga Binaan tetap memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang dan mempersiapkan diri agar ketika kembali ke masyarakat dapat membawa perubahan yang positif,” tambahnya.
Kegiatan tindak lanjut tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi dua arah bagi WBP untuk menyampaikan kebutuhan mereka selama menjalani proses pendidikan. Dengan keterlibatan Lapas dan perguruan tinggi, berbagai kendala akademik diharapkan dapat segera ditindaklanjuti.
Sinergi Lapas Kelas I Bandar Lampung dan Universitas Bandar Lampung tersebut diharapkan tidak hanya memberikan akses kepada WBP untuk mengikuti perkuliahan, tetapi juga mendukung keberlangsungan pendidikan hingga mereka menyelesaikan studi.
Bagi WBP, keterbatasan ruang selama menjalani masa pembinaan tidak menjadi penghalang untuk memperoleh kesempatan belajar. Pendidikan tetap menjadi salah satu jalan untuk menambah pengetahuan, mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Oleh: Andi Raya
081272255678










