mahkota555

Benarkah Media Kritis Bakal Ditunda ADV-nya di Kota Mojokerto? Ini Jawaban Tegas Kadis Kominfo

Benarkah Media Kritis Bakal Ditunda ADV-nya di Kota Mojokerto? Ini Jawaban Tegas Kadis Kominfo
Wartawan Majalah Global, Jayak Mardiansyah saat menanyakan kebenaran isu media kritis bakal ditunda advnya oleh Diskominfo Kota Mojokerto
Majalahglobal.com, Mojokerto – Isu sensitif soal nasib media yang kritis terhadap Pemerintah Kota Mojokerto mencuat dalam forum Sharing Session Diskominfo bersama awak media yang digelar di Actually Kopi, Kota Mojokerto, Rabu (23/9/2026).

 

Pertanyaan tajam dilontarkan Jayak Mardiansyah, wartawan Majalah Global. Ia menanyakan apakah benar jika ada media yang menulis berita kritis tentang Pemkot Mojokerto, padahal sudah berimbang dan sesuai kaidah jurnalistik, akan ditunda pemberian kerjasama advertorial atau ADV dari Diskominfo. Jika benar, apa dasar hukumnya.

 

Menanggapi isu tersebut, Kepala Diskominfo Kota Mojokerto Citra Mayangsari langsung memberikan klarifikasi tegas. Ia membantah adanya praktik hukuman atau penundaan ADV bagi media yang kritis.

 

Citra menilai, selama ini yang terjadi lebih karena miskomunikasi antara wartawan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Ia meyakini para Kepala OPD sebenarnya sangat terbuka dengan wartawan.

 

“Saya yakin betul bahwa kepala OPD sebenarnya open sekali. Cuma kadang-kadang masalah itu diserahkan ke sekretarisnya atau ke siapa, sehingga kadang-kadang kepala OPD ini sudah full banget ngurusin program, makanya jadi tidak ngeh,” ujar Citra.

 

Ia menjelaskan, banyak kasus konfirmasi wartawan hanya berhenti di level Kepala Bidang (Kabid), tidak sampai ke Kepala Dinas. Akibatnya, surat atau pesan WA tidak terbalas dengan baik dan menimbulkan kesan OPD anti kritik.

 

Untuk itu, Citra membuka diri dan siap menjadi jembatan komunikasi antara media dengan para Kepala OPD agar tidak terjadi salah paham.

 

“Saya siap untuk jadi jembatan. Mas Jayak ngasih ini ini ini misalnya saya bisa langsung ngomong ke Pak Kadis atau Bu Kadis, ayo kita ngobrol bareng bertiga supaya nanti ketemu jalan tengahnya,” tegasnya.

 

Citra juga menambahkan, tidak semua berita kritis itu sepenuhnya benar secara data di lapangan. Ia mencontohkan sebuah kasus di salah satu dinas yang sempat ramai diberitakan, namun setelah dipertemukan langsung dengan Kepala Desa terkait, ternyata persoalan bisa diselesaikan karena hanya miss komunikasi.

 

“Media harus jalan bareng dengan kita. Tapi kadang-kadang berita yang kritik itu belum tentu benar juga,” katanya.

 

Di akhir pernyataannya, Citra menjamin seluruh program Wali Kota Mojokerto sangat positif dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Di era keterbukaan informasi dan media sosial saat ini, tidak ada lagi pejabat yang berani bermain sembunyi.

 

“Saya bisa jamin bahwa program Ibu Wali Kota ini sangat amat positif banget. Enggak ada yang kemudian disembunyikan. Zaman sekarang itu enggak ada yang berani, kalau zaman dulu kali ya yang belum ada medsos, kalau sekarang insya Allah semuanya sudah transparan,” pungkasnya. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *