mahkota555

Sikapi Kemarau Panjang, Lapas Kotaagung Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama untuk Turunnya Hujan

Sikapi Kemarau Panjang, Lapas Kotaagung Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama untuk Turunnya Hujan

KOTAAGUNG, majalahglobal.com – Menghadapi kondisi kemarau panjang yang berdampak terhadap sejumlah wilayah di Indonesia, petugas bersama warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kotaagung menggelar Salat Istisqa dan doa bersama di Lapangan Blok Hunian Lapas Kotaagung, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk ikhtiar dan kepedulian bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang bermanfaat, sekaligus mendoakan masyarakat di berbagai daerah yang terdampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kasi Administrasi Kamtib Lapas Kelas IIB Kotaagung, Rengga Dwi Ardiansyah, menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Istisqa tidak hanya ditujukan bagi lingkungan Lapas Kotaagung dan wilayah sekitarnya, tetapi juga menjadi momentum untuk mendoakan keselamatan masyarakat di seluruh Indonesia.
“Kita menggelar Salat Istisqa ini sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama, bukan hanya memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun di Lapas Kotaagung dan daerah sekitarnya, tetapi juga mendoakan saudara-saudara kita di berbagai wilayah Indonesia yang terdampak kekeringan dan karhutla akibat kemarau panjang,” ujar Rengga, menyampaikan pesan Kepala Lapas Kotaagung.

Ia menambahkan, doa juga dipanjatkan bagi masyarakat yang terdampak berbagai bencana dan kondisi lingkungan akibat fenomena alam, termasuk dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
“Melalui momentum ini, kami mengajak seluruh petugas dan warga binaan untuk memperbanyak istighfar, melakukan introspeksi diri, serta meningkatkan ketakwaan dan taubat kepada Allah SWT. Semoga dengan ikhtiar dan doa bersama ini, Allah SWT memberikan rahmat-Nya berupa hujan yang bermanfaat, membawa keberkahan, serta memberikan keselamatan bagi masyarakat,” lanjutnya.

Pelaksanaan Salat Istisqa berlangsung dengan khusyuk. Petugas dan warga binaan mengikuti rangkaian ibadah dan doa bersama sebagai bentuk penghambaan sekaligus ikhtiar spiritual di tengah kondisi kemarau panjang.

Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, termasuk memperkuat nilai keagamaan, kepedulian sosial, serta doa bersama untuk keselamatan dan kebaikan bangsa.
Oleh: Andi Raya
081272255678

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *