Tingkatkan Kesiapsiagaan, Lapas Kalianda dan BPBD Lampung Selatan Gelar Simulasi Evakuasi Keadaan Darurat
LAMPUNG SELATAN, majalahglobal.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan simulasi evakuasi dalam penanganan keadaan darurat di lingkungan Lapas Kelas IIA Kalianda, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Badarudin, beserta jajaran dan Kepala BPBD Kabupaten Lampung Selatan bersama jajaran. Simulasi dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan, keterampilan, serta koordinasi seluruh petugas dalam menghadapi potensi keadaan darurat.
Dalam simulasi, jajaran Lapas dilatih untuk memahami tahapan penanganan keadaan darurat, melaksanakan prosedur evakuasi secara terarah, serta mengutamakan keselamatan warga binaan, petugas, dan pihak terkait.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara Lapas Kelas IIA Kalianda dan BPBD Kabupaten Lampung Selatan, khususnya dalam membangun pola koordinasi yang efektif ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
Kalapas Kelas IIA Kalianda, Badarudin, menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan, terlebih dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.
“Simulasi ini bukan sekadar latihan, tetapi merupakan langkah konkret untuk memastikan seluruh jajaran memahami tugas, prosedur, dan tanggung jawab masing-masing ketika terjadi keadaan darurat. Kesiapan harus dibangun sebelum situasi yang sebenarnya terjadi,” ujar Badarudin.
Menurutnya, penanganan keadaan darurat membutuhkan kecepatan, ketepatan, kedisiplinan, dan koordinasi yang baik dari seluruh unsur.
“Kami terus mendorong jajaran agar selalu siap, tidak panik, dan mampu mengambil langkah sesuai prosedur. Sinergi dengan BPBD juga sangat penting untuk memperkuat kemampuan kami dalam melakukan evakuasi dan penanganan keadaan darurat secara terarah dengan tetap mengutamakan keselamatan,” katanya.
Badarudin berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan petugas sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi.
Melalui simulasi tersebut, Lapas Kelas IIA Kalianda berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta membangun sistem penanganan keadaan darurat yang terukur, sehingga apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan, seluruh unsur dapat bergerak cepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Oleh: Andi Raya
081272255678










