mahkota555

Cuaca Panas + Api Dadok = Bencana. Babinsa Mojokerto Imbau Petani Stop Bakar Lahan

MOJOKERTO — Maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat jajaran TNI di Mojokerto bergerak cepat. Edukasi langsung ke petani menjadi cara utama mencegah api meluas.

 

 

Hal itu dilakukan Babinsa Koramil 0815/06 Kemlagi Kodim 0815/Mojokerto, Serda Dedy. Ia menindaklanjuti laporan adanya titik api di area lahan tebu pascapanen, Dusun Jompong Sardi, Desa Berat Kulon, Kecamatan Kemlagi, Sabtu (05/09/2026).

 

Saat tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi padam. Namun titik api diketahui berasal dari pembakaran daun tebu kering atau “dadok” sisa panen di lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi.

 

*Imbauan Langsung di Tengah Lahan*

 

Di hadapan petani sekitar, Serda Dedy memberikan pemahaman. Ia menjelaskan bahaya membakar sisa tanaman, apalagi di tengah cuaca yang panas dan kering.

 

“Pembakaran sisa tanaman memang terlihat sederhana, tetapi apabila api tidak terkendali dapat merembet ke lahan lain dan menimbulkan dampak yang lebih luas. Kami mengimbau para petani agar tidak melakukan pembakaran sembarangan dan lebih mengutamakan cara yang aman dalam mengelola sisa tanaman,” ujar Serda Dedy.

 

Menurutnya, satu percikan api kecil bisa menjadi besar. Angin dan kondisi lahan kering membuat api dadok sangat mudah menjalar ke lahan tebu milik warga lain.

 

*Dampak Karhutla Tak Hanya Materi*

 

Babinsa juga mengingatkan, dampak Karhutla tidak hanya kerugian materi. Asap yang ditimbulkan bisa mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

 

Selain itu, kebakaran yang meluas berpotensi merusak tanaman, mengganggu aktivitas warga, hingga merusak lingkungan.

 

“Kita harus sama-sama jaga. Jangan sampai niat membersihkan lahan justru menimbulkan masalah baru,” tambahnya.

 

*Sinergi Cegah Karhutla Sejak Dini*

 

Melalui kegiatan ini, Koramil 0815/06 Kemlagi ingin menggugah kesadaran masyarakat. Sinergi antara Babinsa dan petani di lapangan diharapkan bisa memperkuat pencegahan.

 

Dengan begitu, pembakaran sisa panen tidak berkembang menjadi kebakaran besar yang mengancam lahan pertanian dan lingkungan sekitar.

 

Koramil juga akan terus melakukan patroli dan komunikasi sosial ke desa-desa rawan Karhutla selama musim kemarau. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *