mahkota555

Ribuan Jamaah Padati GOR Mojopahit, Doa Bersama untuk NTT Hingga Kemerdekaan Sejati

KOTA MOJOKERTO — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung GOR dan Seni Mojopahit, Rabu (26/8/2026). Acara menghadirkan penceramah Ustaz Zaki Mirza.

 

 

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan masyarakat dalam suasana kekeluargaan. Menurutnya, kekompakan warga menjadi modal penting bagi keberlangsungan pembangunan di Kota Mojokerto.

 

“Alhamdulillah warga Kota Mojokerto kompak duduk rukun. Ini adalah sebuah modal bagi seluruh program dan pembangunan bisa berjalan dengan baik dan lancar ke depannya,” kata Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota.

 

Dalam momentum Maulid Nabi, Ning Ita mengajak masyarakat untuk menghadirkan semangat keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Ia meyakini, dengan meneladani sifat-sifat Rasulullah, kehidupan masyarakat akan semakin damai dan terhindar dari perselisihan.

 

“Kalau umat muslimnya Kota Mojokerto senantiasa meneladani sifat-sifat Rasulullah, maka tidak akan ada lagi yang namanya gesekan, tidak akan ada lagi yang namanya gontok-gontokan. Pasti semuanya akan adem ayem, pasti semuanya akan damai,” tuturnya.

 

Ning Ita menegaskan, kerukunan menjadi kekuatan Kota Mojokerto yang memiliki masyarakat plural dengan beragam agama, suku, dan etnis. Kondisi itu pula yang membuat Kota Mojokerto dinobatkan sebagai kota harmoni oleh Kementerian Agama sejak 4 tahun lalu.

 

“Berbagai suku etnis hidup berdampingan di sini. Itulah kenapa sejak empat tahun yang lalu Kota Mojokerto dinobatkan oleh Kementerian Agama sebagai kota harmoni, karena masyarakatnya semuanya guyub rukun dan penuh toleransi,” jelasnya.

 

Dalam rangkaian HUT ke-81 RI, Ning Ita juga mengajak masyarakat mensyukuri kemerdekaan sekaligus meningkatkan kepedulian. Ia mengajak seluruh jamaah mendoakan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Sulawesi agar diberikan kesabaran, ketabahan, serta keselamatan.

 

“Saya berharap doa panjenengan semua di peringatan Maulidun Rasul ini agar Kota Mojokerto juga senantiasa diberikan Allah rahmat sehingga menjadi kota yang damai, aman, dan sejahtera seluruh warganya,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Ustaz Zaki Mirza dalam tausiyahnya mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan secara lebih luas. Menurutnya, merdeka bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga memerdekakan pikiran dan hati dari penyakit.

 

“Merdeka itu adalah memerdekakan pikiran kita dari suuzon, buruk sangka, over thinking, sering mikir jelek sama orang lain. Merdeka itu maknanya adalah memerdekakan hati kita dari penyakit hati, dendam, kesumat, iri, dengki,” tegasnya.

 

Pengajian akbar ditutup dengan doa bersama. Momentum ini diharapkan memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta mengisi kemerdekaan dengan akhlak dan perilaku positif. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *