mahkota555

Usai Upacara 17 Agustus, Dirut RSUD Jombang: Semangat Kemerdekaan Harus Terasa di Pelayanan Pasien

Majalahglobal.com, JOMBANG – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya jadi seremoni tahunan bagi RSUD Kabupaten Jombang. Bagi jajaran rumah sakit pelat merah itu, momentum 17 Agustus dipakai untuk memperkuat komitmen pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

 

 

Hal itu ditegaskan Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, http://M.KP., saat memimpin upacara bendera di halaman rumah sakit, Senin (17/8/2026) pagi.

 

Upacara berlangsung khidmat. Seluruh unsur RSUD Jombang hadir, mulai dari pejabat struktural, dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan lain, hingga seluruh pegawai.

 

*”Kemerdekaan Diisi Lewat Pengabdian, Bukan Hanya Upacara”*

 

Dalam amanatnya, dr. Pudji menekankan bahwa nilai kemerdekaan harus diterjemahkan dalam kerja sehari-hari.

 

“Para pejuang telah memberikan pengorbanan yang besar untuk merebut kemerdekaan. Sekarang tugas kita adalah melanjutkan perjuangan itu melalui pengabdian, sesuai dengan bidang dan profesi kita masing-masing,” ujarnya.

 

Menurutnya, bagi tenaga kesehatan, bentuk nyata mengisi kemerdekaan adalah menghadirkan layanan yang berkualitas, aman, profesional, dan menjawab kebutuhan pasien.

 

Ia juga menyoroti bahwa pelayanan rumah sakit tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ada banyak profesi dan unit yang saling terkait.

 

“Jangan bekerja secara sektoral. Kita harus saling mendukung, menghargai, menjaga komunikasi, dan memperkuat koordinasi. Dengan begitu, pelayanan kepada pasien bisa berjalan secara optimal,” tegasnya.

 

*Rujuk Tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”*

 

Mengacu pada tema HUT ke-81 RI, _“Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”_, dr. Pudji menilai sektor kesehatan punya peran kunci.

 

Kesehatan yang baik, kata dia, adalah fondasi agar masyarakat bisa sehat, produktif, dan sejahtera.

 

Karena itu ia meminta seluruh pegawai menjadikan evaluasi sebagai budaya kerja. Setiap persoalan pelayanan harus dibongkar dan dicari solusinya.

 

“Kalau ada pelayanan yang masih lambat, kita harus mencari tahu penyebabnya. Kalau ada proses yang belum efektif, harus dievaluasi. Kita harus terus mencari cara agar pekerjaan menjadi lebih baik, lebih cepat, dan lebih efektif,” katanya.

 

*Dorongan Inovasi dan Digitalisasi*

 

Selain evaluasi, dr. Pudji juga mendorong inovasi di setiap unit kerja. Keputusan pelayanan, menurutnya, harus berbasis bukti, standar, data, dan indikator mutu.

 

“Kita harus membiasakan bekerja berdasarkan evidence, standar, data, dan indikator mutu, bukan hanya karena sudah terbiasa melakukan sesuatu dengan cara tertentu,” ungkapnya.

 

Ia juga mengingatkan tantangan zaman. Perkembangan ilmu kedokteran, teknologi kesehatan, hingga digitalisasi menuntut tenaga kesehatan terus belajar dan beradaptasi.

 

*Luncurkan Batik Baru dan Apresiasi Pensiunan*

 

Momen kemerdekaan kali ini juga dimanfaatkan RSUD Jombang untuk memperkenalkan motif batik baru. Motif tersebut dirancang khusus untuk lingkungan rumah sakit dan punya filosofi terkait bidang kesehatan. Diharapkan batik ini jadi identitas baru RSUD Jombang.

 

Selain itu, rumah sakit juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pegawai ASN yang memasuki masa pensiun. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian selama bertahun-tahun.

 

*Pasien Jadi Fokus Utama*

 

Menutup amanatnya, dr. Pudji kembali mengingatkan satu hal penting.

 

“Layani pasien dengan baik, berikan informasi secara jelas, jaga komunikasi, dan perlakukan semua pasien dengan baik tanpa membedakan latar belakangnya,” pungkasnya.

 

Pesan itu sekaligus menegaskan bahwa semangat kemerdekaan di RSUD Jombang tidak berhenti di lapangan upacara. Semangat itu harus hidup di setiap ruang pelayanan, demi k.esehatan masyarakat yang berkeadilan. (Mhd/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *