MOJOKERTO – Pembangunan Jembatan Garuda Tahap V di Dusun Pekuwon, Desa Pekuwon, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, terus dikebut. Memasuki pekan ketiga Juli 2026, proyek yang digagas Kodim 0815/Mojokerto ini resmi memasuki fase konstruksi utama.
Tanda paling jelas terlihat dengan mulai terpasangnya gelagar baja jenis Wide Flange. Gelagar ini dipasang sebagai rangka utama jembatan dan menjadi penanda bahwa wujud fisik penghubung antarwilayah tersebut mulai terbentuk nyata.
Di bawah terik matahari Senin 20 Juli 2026, suasana di lokasi proyek tampak sibuk. Personel Kodim 0815/Mojokerto bersama warga setempat bahu-membahu menyelesaikan sejumlah tahapan pekerjaan. Sebagian tim fokus menata material di area sungai, sementara sebagian lainnya merampungkan persiapan timbunan pada akses jalan menuju jembatan.
Pasiter Kodim 0815/Mojokerto Kapten Inf Budiyono menyampaikan, saat ini pekerjaan dipusatkan pada penyelesaian struktur utama jembatan. Setelah gelagar baja terpasang sempurna, tahapan berikutnya adalah pengecoran lantai beton, pengerjaan oprit, hingga penyempurnaan konstruksi secara keseluruhan.
“Proses pembangunan berjalan sesuai tahapan yang sudah direncanakan. Pemasangan gelagar baja ini adalah salah satu pekerjaan krusial karena menjadi tulang punggung jembatan. Alhamdulillah berkat sinergi TNI dan masyarakat, semua berjalan aman dan lancar,” ujar Kapten Budiyono di lokasi.
*Spesifikasi dan Manfaat Jembatan Garuda*
Jembatan Garuda Tahap V dibangun dengan bentang 14,4 meter dan lebar 6 meter. Konstruksi ini dirancang untuk menahan beban kendaraan hingga 10 ton, sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan aman.
Kehadiran jembatan ini ditargetkan mampu memangkas waktu tempuh dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Bangsal. Dampaknya diharapkan langsung dirasakan pada sektor ekonomi, pertanian, pendidikan, hingga pelayanan sosial masyarakat.
Selama ini warga harus memutar atau melewati akses alternatif saat musim hujan. Dengan adanya jembatan permanen, arus barang, hasil pertanian, dan aktivitas warga diharapkan menjadi lebih lancar.
*Progres Capai 73 Persen*
Hingga Senin 20 Juli 2026, progres pembangunan Jembatan Garuda Tahap V tercatat sudah mencapai sekitar 73 persen.
Cuaca cerah selama beberapa pekan terakhir turut mempercepat pekerjaan di lapangan. Tidak ada kendala berarti yang menghambat, sehingga target penyelesaian sesuai rencana masih sangat memungkinkan.
“Gotong royong antara TNI dan masyarakat jadi kunci. Warga juga sangat antusias membantu. Kami optimis jembatan ini bisa segera dimanfaatkan,” tambah Kapten Budiyono.
Pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa TMMD yang bertujuan membantu percepatan pembangunan di daerah. Dengan semangat kebersamaan, proyek infrastruktur ini diharapkan menjadi simbol kemanunggalan TNI-rakyat sekaligus membuka akses baru bagi kemajuan Desa Pekuwon dan sekitarnya. (Jay)










