Majalahglobal.com, Mojokerto – Ketua Komisi I DPRD Kota Mojokerto menyampaikan sejumlah catatan dan harapan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Mojokerto. Dalam forum evaluasi, disampaikan keinginan agar Bakesbangpol terus memperkuat program dan menjadi OPD yang semakin disegani dalam menjaga stabilitas daerah.
“Sampai hari ini, berapa persen anggaran Bakesbangpol Kota Mojokerto yang sudah diserap. Kemudian yang belum ada berapa persen? Kenapa belum diserap dan apa program Bakesbangpol Kota Mojokerto di P-APBD 2026. Kami ingin Bakesbangpol Kota Mojokerto Menjadi OPD yang disegani,” ujar Dra. Hj. Enny Rahmawati, M.Si. Ketua Komisi I DPRD Kota Mojokerto, Senin (20/7/2026) di Kantor Bakesbangpol Kota Mojokerto.
Menjawab hal tersebut, Ikromul Yasak, S.Sos., M.M. Kepala Bakesbangpol Kota Mojokerto memaparkan data realisasi per 20 Juli 2026. Hingga semester I, Bakesbangpol telah merealisasikan anggaran sebesar Rp2.037.437.639 atau 79,9 persen dari Rencana Anggaran Kas RAK Januari-Juni 2026 sebesar Rp2,54 miliar.
“Sisa 20,1 persen akan kami optimalkan di semester II. Fokusnya ke kegiatan yang langsung menyapa masyarakat, sesuai arahan dan harapan dari Komisi I,” jelas Ikromul.
*Kelola 6 Program Strategis dengan Pagu Rp7,4 Miliar*
Secara keseluruhan Bakesbangpol mengelola anggaran Rp7.475.767.980 untuk 6 program, 11 kegiatan, dan 24 sub kegiatan tahun 2026.
Rinciannya:
1. Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah: Rp4.281.141.175
2. Program Peningkatan Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Sosial: Rp963.246.300
3. Program Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan: Rp944.683.760
4. Program Pembinaan Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya: Rp140.506.600
5. Program Peningkatan Peran Partai Politik dan Pendidikan Politik: Rp1.058.387.170
6. Program Pemberdayaan dan Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan: Rp87.802.975
“Keenam program ini kami jalankan beriringan. Tujuannya memperkuat wawasan kebangsaan dan menjaga kondusivitas Kota Mojokerto,” kata Ikromul.
*Transparansi dan Efisiensi Jadi Prioritas*
Dari laporan realisasi Januari s/d Juni 2026, penyerapan terbesar ada pada Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN sebesar Rp1,76 miliar. Pos lain seperti Barang Cetakan Rp11,12 juta, Logistik Kantor Rp7,77 juta, dan Rapat Koordinasi Rp25,5 juta juga berjalan sesuai kebutuhan.
Beberapa kegiatan penunjang bahkan sudah terealisasi 100 persen seperti Penyediaan Peralatan Kantor. Sementara program-program substansi dijadwalkan intensif di semester II agar dampaknya lebih terasa.
“Kami ingin pelayanan internal lancar dulu. Setelah itu anggaran dan energi kami arahkan penuh untuk program yang manfaatnya langsung ke masyarakat,” tambah Ikromul.
*Fokus P-APBD 2026: Hadir Lebih Dekat ke Masyarakat*
Menyongsong P-APBD 2026, Bakesbangpol menyiapkan penguatan 4 program utama:
1. Penguatan Ideologi Pancasila Rp944 juta: sosialisasi di sekolah, kampus, dan komunitas
2. Kewaspadaan Nasional Rp963 juta: penguatan FKDM dan deteksi dini
3. Pendidikan Politik Rp1,05 miliar: kerja sama dengan parpol dan kampus
4. Pembinaan Ormas Rp87,8 juta: pendataan, pembinaan, dan pengawasan berkelanjutan
“Harapan Bu Ketua Komisi I menjadi penyemangat kami. Bakesbangpol ingin hadir sebagai OPD yang profesional, solutif, dan disegani karena kerjanya nyata,” tegas Ikromul.
*Sinergi untuk Mojokerto yang Kondusif*
Komisi I mengapresiasi keterbukaan data yang disampaikan Bakesbangpol. Dengan sisa anggaran lebih dari Rp5,4 miliar, kedua lembaga sepakat untuk terus bersinergi mengawal program agar tepat sasaran.
“Anggaran ini adalah amanah rakyat. Kami bersama DPRD akan memastikan digunakan untuk mendukung stabilitas, persatuan, dan kemajuan Kota Mojokerto,” pungkas Ikromul. (Jay/Adv)










