mahkota555

Kuliah Tanpa Pusing Biaya Kos & Buku: Pro Bestari 2026 Dibuka Lagi, Anak Mojokerto Bisa Daftar Lewat HP

KOTA MOJOKERTO, majalahglobal.com – Kabar baik buat pelajar Mojokerto yang mau kuliah. Pemerintah Kota Mojokerto resmi membuka lagi program *Beasiswa Mahasiswa Berprestasi “Pro Bestari” 2026*.

 

 

Sosialisasi program ini langsung turun ke warga. Wali Kota Mojokerto *Ika Puspitasari* atau Ning Ita menyapa masyarakat di Kelurahan Pulorejo dan Kedundung, Kecamatan Magersari, Senin (13/7/2026).

 

Bukan cuma soal UKT. Kali ini Pemkot menyasar beban hidup mahasiswa: kos, makan, transport, sampai buku.

 

*Bukan Sekadar Bayar UKT*

 

Ning Ita menegaskan Pro Bestari lahir karena kuliah itu biayanya tidak berhenti di uang semester.

 

“Biaya kuliah itu bukan cuma soal UKT. Kadang biaya kos, makan, transportasi, dan kebutuhan buku atau literasi itu jauh lebih besar dan sering bikin mahasiswa pusing. Di sinilah Pemkot hadir, supaya anak-anak hebat Kota Mojokerto bisa fokus belajar tanpa perlu cemas memikirkan biaya hidup,” ujar Ning Ita.

 

Program ini masuk misi pertama Pemkot: membentuk SDM yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing lewat pemerataan akses pendidikan.

 

Ada 2 jalur utama:

1. *Jalur Prestasi*: Untuk mahasiswa berprestasi akademik maupun non-akademik. Penilaiannya pakai sistem bobot prestasi, mulai tingkat kota hingga internasional.

2. *Jalur Baznas*: Sinergi dengan Baznas Kota Mojokerto. Khusus untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Tidak ada pembatasan harus PTN. Pendaftaran jalur ini dibuka mulai *3 September 2026*.

 

*Bukti Nyata: Lulus 3,5 Tahun Langsung Kerja*

 

Manfaat Pro Bestari sudah dirasakan warga. *Hermin*, warga Pulowetan, bercerita anaknya lulus S1 Teknik Elektro Universitas Negeri Malang hanya 3,5 tahun dengan IPK 3,88.

 

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Mojokerto, khususnya kepada Ibu Wali Kota atas program beasiswa yang telah diberikan. Putra saya menerima beasiswa selama tiga tahun. Pada semester pertama ia belum bisa menerima karena masih mahasiswa baru dan harus memenuhi persyaratan IPK terlebih dahulu. Memasuki tahun kedua, ia mendapatkan beasiswa selama dua semester, begitu pula pada tahun ketiga,” tuturnya.

 

Kini anak Hermin sudah bekerja di perusahaan swasta nasional.

 

Kisah serupa datang dari *Zakiyah*, warga Pulorejo. Adiknya yang kuliah di Universitas Trunojoyo Madura juga lulus 3,5 tahun dan jadi sarjana pertama di keluarganya berkat Pro Bestari.

 

*Cara Daftar Lewat Mojo Kampus*

 

Pemkot mempermudah akses. Pendaftaran tahun ini dilakukan sepenuhnya online lewat *Aplikasi Mojo Kampus*.

Link: https://beasiswa-disporapar.mojokertokota.go.id/

 

Dengan sistem ini, pelajar Mojokerto tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor untuk urus berkas.

 

Melalui Pro Bestari, Pemkot berharap tidak ada lagi anak Mojokerto yang tertahan kuliah karena masalah biaya. Targetnya jelas: mencetak generasi yang berprestasi, mandiri, dan siap bersaing. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *