mahkota555

Polsek Pacet Turun ke Sawah, Bawa Kabar Gembira Harga Jagung untuk Petani

Polsek Pacet Turun ke Sawah, Bawa Kabar Gembira Harga Jagung untuk Petani
Kapolsek Pacet saat turun ke sawah
Majalahglobal.com, Mojokerto – Pemandangan yang tak biasa terlihat di lahan persawahan milik Bapak Mutaqin, Dusun Sumberpiji, Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (5/7/2026) pagi.

 

Di antara rumpun jagung yang mulai menghijau, tampak personel kepolisian berseragam lengkap menyusuri pematang. Mereka bukan sedang melakukan razia. Mereka datang membawa misi berbeda: mendukung ketahanan pangan.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program *Binmas Pioner* Polsek Pacet yang digerakkan di bawah arahan Kapolsek Pacet, *AKP Mohammad Khoirul Umam, S.E., M.H.*

 

*Cek Langsung ke Lahan, Dialog dengan Petani*

 

Personel Patroli 14.02 Polsek Pacet tidak hanya datang untuk memantau. Mereka berhenti di setiap petak lahan, melihat kondisi tanaman jagung yang tengah memasuki masa pertumbuhan, hingga berdialog langsung dengan para petani.

 

Pertanyaan-pertanyaan sederhana dilontarkan: bagaimana kondisi tanah, adakah serangan hama, dan bagaimana perawatan yang dilakukan.

 

Bagi AKP M.K. Umam, langkah ini penting. “Kami ingin hadir di tengah masyarakat. Kehadiran Polri tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani,” ujarnya.

 

*Sosialisasi Harga Bulog: Ada Kepastian Rp5.500 – Rp6.400 per Kg*

 

Momen pertemuan dengan petani ini juga dimanfaatkan Polsek Pacet untuk menyampaikan informasi penting dari pemerintah.

 

Petani diberikan sosialisasi mengenai kebijakan pembelian jagung pipilan kering oleh Bulog. Berdasarkan ketentuan, harga yang ditetapkan adalah *Rp5.500 per kilogram* untuk kadar air 18–20 persen, dan *Rp6.400 per kilogram* untuk kadar air 14 persen.

 

“Melalui kegiatan ini kami menyosialisasikan kebijakan pembelian jagung oleh Bulog. Tujuannya agar petani mengetahui harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan begitu, hasil panen mereka memiliki kepastian pasar dan nilai jual yang baik,” jelas AKP M.K. Umam.

 

Informasi ini disambut baik oleh para petani. Kepastian harga dianggap menjadi kunci agar hasil kerja keras selama berbulan-bulan tidak anjlok saat panen tiba.

 

*Dukungan Terhadap Asta Cita Presiden*

 

Kapolsek Pacet menegaskan, kegiatan Binmas Pioner ini adalah bentuk dukungan nyata Polri terhadap program *Asta Cita Presiden Republik Indonesia*, khususnya dalam memperkuat swasembada dan ketahanan pangan nasional.

 

Menurutnya, sektor pertanian merupakan pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

 

“Sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan. Kami berharap para petani terus semangat meningkatkan produktivitas pertanian. Polsek Pacet siap mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

 

*Wujud “Polisi Mojokerto, Polisi Rakyat”*

 

Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada jarak antara polisi dan petani. Yang ada hanya obrolan di pematang sawah tentang pupuk, cuaca, dan harga.

 

Bagi Polsek Pacet, turun ke sawah adalah bagian dari pengabdian. Bahwa tugas kepolisian hari ini telah berkembang. Tidak hanya menjaga Kamtibmas, tetapi juga hadir dalam upaya menjaga ketahanan pangan dan perekonomian warga.

 

Kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sekaligus meningkatkan pemahaman petani terhadap program-program pemerintah di bidang pertanian.

 

Dengan semangat yang sama, Polsek Pacet berkomitmen akan terus hadir di setiap sendi kehidupan masyarakat. Karena bagi mereka, menjaga negeri juga berarti menjaga lumbung pangannya. (Jay/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *