mahkota555

Bupati Batang Hari Hadiri Sosialisasi IRET & Cyber Crime Densus 88 di Ponpes Zulhijjah

BATANG HARI, Majalahglobal.com– Kamis, 18/06/2026 Pendopo Pondok Pesantren Zulhijjah mendadak ramai. Di barisan depan duduk *Bupati Batang Hari Mhd Fadhil Arief*. Di sebelahnya, aparat *Densus 88 Antiteror Satgaswil Jambi*.

 

 

Mereka datang bukan tanpa sebab. Agenda hari itu: sosialisasi wawasan kebangsaan, pencegahan Intoleransi Radikalisme Ekstremisme Terorisme atau IRET, plus Tindak Pidana Cyber Crime alias TCC. Sasarannya: para santri.

 

Acara ini juga jadi tindak lanjut penghargaan Kapolri. Lewat Kasatgaswil Jambi Densus 88, sejumlah tokoh masyarakat dan agama dapat apresiasi. Salah satunya *KH Parlindungan Hasibuan*, Pengasuh Ponpes Zulhijjah.

 

“Pesantren Garda Terdepan Cetak Generasi Berakhlak”

Di hadapan ratusan santri, *Bupati Fadhil Arief* buka suara. Nada apresiasinya tinggi.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Batang Hari, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan pengasuh Pondok Pesantren Zulhijjah,” ujarnya.

 

Ia lalu memuji peran pesantren. Menurutnya, Ponpes Zulhijjah sudah membuktikan diri jadi garda terdepan.

 

“Mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, karakter yang kuat, dan berlandaskan nilai-nilai agama,” tegas Fadhil Arief.

 

“Jangan Mudah Terpengaruh Propaganda” – Densus 88

Giliran *AKP Helmi, Kasubnit Densus 88 AT Satgaswil Jambi* yang bicara. Ia soroti era digital.

 

“Perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa manfaat besar. Tapi juga rawan disalahgunakan,” kata AKP Helmi.

 

Rawan buat apa? Menyebar paham radikal, intoleransi, ujaran kebencian, sampai info menyesatkan.

 

Karena itu, ia pesan ke santri: kuatkan pemahaman. Jangan gampang terpengaruh ajakan yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

 

AKP Helmi juga bongkar modus awal radikalisme. Katanya berawal dari penyebaran kebencian dan penolakan perbedaan.

 

“Kalau tidak diantisipasi sejak dini, bisa berkembang jadi tindakan yang merugikan diri sendiri, keluarga, masyarakat, bahkan bangsa,” tegasnya.

 

Pesannya simpel: jangan mudah percaya info yang belum jelas benarnya. Ketemu yang mencurigakan? Diskusi ke guru atau orang tua.

 

Santri Diminta Jadi Pelopor Perdamaian

Densus 88 berharap lebih dari sekadar “mendengar”. Mereka mau santri jadi benteng.

 

Harapannya, para santri paham bahaya radikalisme dan terorisme. Tapi juga mampu jadi pelopor lingkungan pesantren yang aman, damai, kondusif.

 

Acara ini menegaskan satu hal: pesantren punya peran vital. Di tengah derasnya arus informasi digital dan tantangan ideologi, pesantren adalah benteng moral dan kebangsaan.

 

Tugasnya menjaga keutuhan NKRI. Dimulai dari ruang kelas, asrama, sampai media sosial para santri.

 

*Reporter*: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *