mahkota555

Dari Balik Jeruji ke Ruang Publik, Karya WBP Lapas Kalianda Tampil di Lounge Imigrasi

Dari Balik Jeruji ke Ruang Publik, Karya WBP Lapas Kalianda Tampil di Lounge Imigrasi

Kalianda, majalahglobal.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda menghadirkan inovasi pembinaan dengan memajang hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di area layanan publik, tepatnya di Lounge Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kalianda, Senin (31/3/2026).

Pameran atau galeri produk hasil karya WBP Lapas Kalianda yang ditampilkan di ruang layanan publik.
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Kalianda di bawah kepemimpinan Kalapas Beni Nurrahman.

Lounge Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kalianda.
Sebagai upaya memperkenalkan hasil pembinaan kemandirian WBP kepada masyarakat serta membuka peluang dukungan pasar dan kepercayaan publik.

Produk-produk hasil pelatihan keterampilan WBP dipajang di area strategis layanan publik sehingga dapat dilihat langsung oleh masyarakat pengguna layanan imigrasi.

Beragam produk kreatif hasil tangan warga binaan dipamerkan, mulai dari kerajinan hingga produk bernilai ekonomis lainnya. Seluruh karya tersebut merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian yang dilakukan secara berkelanjutan di dalam Lapas.
Kehadiran galeri ini tidak hanya menjadi etalase produk, tetapi juga simbol perubahan paradigma pemasyarakatan, di mana warga binaan didorong untuk produktif, kreatif, dan siap kembali ke masyarakat.
Masyarakat yang mengakses layanan imigrasi kini dapat melihat secara langsung bahwa warga binaan memiliki potensi dan kemampuan untuk berkarya secara positif.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrahman, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pameran, melainkan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa di balik tembok Lapas, ada proses perubahan yang nyata. Karya-karya ini adalah bukti bahwa warga binaan mampu bangkit, produktif, dan memiliki masa depan. Ini bukan hanya tentang menjual produk, tetapi tentang membuka harapan, membangun kepercayaan, dan memberi mereka kesempatan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.”ujar Beni Nurrahman.

Melalui langkah ini, Lapas Kalianda berharap stigma negatif terhadap warga binaan dapat perlahan berubah, sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan sebagai wadah pembinaan yang berdampak nyata bagi kehidupan sosial dan ekonomi, punkas Kalapas.
Oleh: Andi Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *