Hening Nyepi, Terbit Harapan Baru: WBP Lapas Kotaagung Terima Remisi Khusus Tahun Baru Saka 1948
KOTAAGUNG, majalahglobal.com – Momentum Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dimaknai secara mendalam di Lapas Kelas IIB Kotaagung dengan pemberian Remisi Khusus kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), sebagai bentuk apresiasi atas perubahan perilaku dan komitmen menjalani pembinaan, Kamis (19/3/2026).
Pemberian remisi ini dilaksanakan dalam suasana khidmat dan penuh makna, sejalan dengan esensi perayaan Nyepi yang identik dengan keheningan, introspeksi, dan pembaruan diri. Sebanyak 1 orang WBP beragama Hindu menerima pengurangan masa pidana setelah dinilai memenuhi syarat administratif dan substantif, seperti berkelakuan baik serta aktif mengikuti program pembinaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Kotaagung, Andi Gunawan, menegaskan bahwa remisi bukan sekadar pengurangan masa hukuman, melainkan bentuk penghargaan negara atas usaha nyata warga binaan dalam memperbaiki diri.
“Remisi ini adalah bentuk kepercayaan dan penghargaan dari negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik. Kami berharap ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih positif saat kembali ke masyarakat.”ujar Kalapas.
Sementara itu, Kasi Binadik dan Giatja, Pramuningtyas, menilai bahwa momentum Nyepi menjadi refleksi penting dalam proses pembinaan, di mana setiap individu diberi ruang untuk bertumbuh dan berubah ke arah yang lebih baik.
“Momentum Nyepi mengajarkan kita tentang refleksi dan pembaruan diri. Di dalam lapas, setiap warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk berubah. Remisi ini menjadi simbol bahwa setiap proses perubahan, sekecil apa pun, tetap dihargai dan memiliki makna besar.”tegas Kasibinadik dan Giatja.
Pemberian Remisi Khusus Nyepi ini juga menjadi bukti nyata bahwa sistem pemasyarakatan di Indonesia berorientasi pada pembinaan dan reintegrasi sosial, bukan semata-mata penghukuman. Diharapkan, WBP yang menerima remisi dapat semakin termotivasi untuk menjalani masa pidana dengan sikap positif serta siap kembali ke tengah masyarakat.
Warga Binaan Pemasyarakatan Penerima Remisi mengucapkan rasa syukur ntak terhingga kepada negara, terkhusus Kepada Kalapas.
“Saya sangat bersyukur atas remisi yang diberikan. Ini menjadi semangat baru bagi saya untuk terus memperbaiki diri, mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh, dan suatu saat nanti kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.”pungkasnya WBP.
Oleh: Andi Raya










