Ramadhan 1447 H Penuh Cahaya, Kalapas Jumadi Gagas Program 1 Hari 1 Khatam di Lapas Narkotika Bandar Lampung
BANDAR LAMPUNG, majalahglobal.com – Dalam rangka mengoptimalkan pembinaan kepribadian dan spiritual warga binaan selama Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung menghadirkan program unggulan bertajuk “1 Hari Khatamkan Al-Qur’an”. Kegiatan ini dilaksanakan setiap malam usai Shalat Tarawih di masjid lapas dan menjadi agenda rutin sepanjang Ramadhan, Rabu (19/02/2026).
Program tersebut digelar sebagai bentuk pembinaan rohani yang terstruktur dan berkelanjutan, dengan melibatkan warga binaan secara aktif dalam kegiatan tadarus. Pada malam pertama Ramadhan, sejumlah warga binaan telah berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an, yang kemudian menjadi pemantik semangat untuk melaksanakan khatam secara kolektif setiap malam.
Pelaksanaan tadarus dilakukan dengan sistem pembagian juz kepada para peserta, sehingga seluruh 30 juz dapat diselesaikan dalam satu malam. Kegiatan berlangsung tertib, khusyuk, dan penuh kekhidmatan, mencerminkan keseriusan warga binaan dalam memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, hadir langsung memantau sekaligus memberikan motivasi kepada warga binaan. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi pembinaan kepribadian yang berorientasi pada perubahan perilaku.
Melalui program “1 Hari Khatamkan Al-Qur’an”, pihak lapas berkomitmen menjadikan Ramadhan sebagai ruang transformasi spiritual, guna menumbuhkan kesadaran moral, ketenangan batin, serta membangun karakter warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT. Program 1 Hari 1 Khatam ini bukan hanya tentang menyelesaikan bacaan Al-Qur’an, tetapi bagaimana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pedoman hidup bagi warga binaan. Kami ingin pembinaan di Lapas tidak hanya menyentuh aspek kedisiplinan, tetapi juga menyentuh hati dan membangun kesadaran spiritual yang kuat sebagai bekal perubahan ke arah yang lebih baik,” tegas Jumadi.
Oleh: Andi Raya










