mahkota555

Armedi Raharja Jelaskan 7 Penyebab Kegagalan di Bulan Ramadan

Armedi Raharja Jelaskan 7 Penyebab Kegagalan di Bulan Ramadan
Ustaz Armedi Raharja saat menyampaikan ceramahnya di Masjid Mujahidin Benteng Pancasila Kota Mojokerto
Majalahglobal.com, Mojokerto – Uztaz Armedi Raharja, Lc. menjelaskan 7 penyebab kegagalan di bulan ramadan, Minggu (15/2/2026) di Masjid Muhaddin Benteng Pancasila Kota Mojokerto.

 

Ia menjelaskan, keutamaan bulan ramadan adalah pahala amal ibadahnya. Umroh sama dengan haji serta puasa ramadan pahalanya itu tak terbatas. Dan malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan atau 40 tahun.

 

“Bulan ramadan dimana ampunan itu dibuka selebar-lebarnya. Doa di bulan ramadan itu mustajab atau tidak tertolak. Namun tidak sedikit orang yang gagal di dalamnya. Betapa banyak orang puasa yang hanya dapat lapar dan dahaga. Celakalah seorang hamba itu setelah ramadan, tapi dosa-dosanya belum terampuni,” ungkapnya.

 

Ada 7 penyebab kegagalan di bulan ramadan. Yang pertama, tidak memiliki jadwal khusus dalam beribadah.

 

“Kita memang tidak bisa meniru nabi 100% dalam ibadah. Nabi kalau salat malam kakinya bengkak, kalau kita salat malam matanya yang bengkak karena ngantuk,” jelasnya.

 

Ditambahkannya, sahabat berusaha meniru Nabi meskipun tidak persis. Hal ini sesuai dengan HR. Bukhori yang menyatakan bahwa Nabi itu dermawan dan kalau ramadan lebih dermawan lagi.

 

“Nabi itu pernah dikasih jaket dari luar kota. Lalu ada sahabat yang lihat terus jaket tersebut, saat ditanya nabi, kamu mau, sahabat bilang mau lalu diberikan jaket itu ke sahabat,” paparnya.

 

Perlu diketahui, setiap malam hari di bulan ramadan Nabi Muhammad SAW bertemu malaikat Jibril dan murojaah hafalan Qur’annya.

 

“Jadi ada waktu khusus saat malam harus murojaah hafalan Qur’an. Kemudian Aisyah itu menjadwalkan khusus murojaah hafalan Qur’an setelah subuh sampai matahari terbit,” terangnya.

 

Yang kedua, tidak membekali ramadan dengan ilmu. Kalau tanpa ilmu maka ramadan tidak akan berarti untuk kita. Betapa banyak orang mengharapkan kebaikan tapi tidak mendapatkan kebaikan.

 

“Niatnya baik tapi kalau tidak dibarengi dengan ilmu ya hancur. Jangan sampai puasa sebulan tapi tidak ada pahalanya. Percaya terdahap primbon atau ramalan membuat ibadah 40 hari tidak diterima. Termasuk percaya pada ramalan diri sendiri. Kan ada itu yang bilang tangannya gatal berarti mau dapat uang banyak,” jelasnya.

 

Ditambahkannya, minum khamar juga tidak akan diterima pahalanya 40 hari. Termasuk wanita yang menggunakan parfum yang sangat harum dia tidak akan diterima pahalanya. Parfum perempuan cukup gunakan yang baunya tidak sampai ke publik yang fungsinya hanya untuk mengurangi bau badannya saja.

 

“Kalau tidak tau ilmunya tadi tentu tidak akan tahu kalau ibadahnya tidak diterima. Terkait ilmu darah haid juga penting diketahui. Flek itu wajib tetap puasa dan salat. Dan jika sudah 5-6 hari haid tinggal keputihan atau flek maka sudah wajib salat dan sudah wajib puasa,” tegasnya.

 

Terkait zakat fitrah, zakat fitrah yang paling mulia adalah saat malam syawal hingga imam salat idul fitri takbiratul ihram. Jika tidak bisa 2-3 hari sebelum idul Fitri.

 

“Tapi kenapa banyak sekolahan yang 7 hari sebelum hari raya sudah membagikan zakat fitrah. Padahal jelas itu tidak sah. Niat baik itu tidak cukup, harus punya ilmu. Kita tidak hanya harus semangat beribadah tapi harus semangat menuntut ilmu,” ujarnya

 

Dan yang ketiga, tidak memahami skala prioritas dalam beribadah. Dalam HR. Bukhori menyatakan kalau anda ingin sukses di bulan ramadan, maka pastikan yang wajib-wajib dulu yang anda usahakan. Baru setelah itu lanjutkan sunnahnya.

 

“Jadi yang wajib dulu baru sunnah. Ada yang tidak salat ashar tapi terawih. Bahkan Nabi Muhammad tidak berjamaah terawih setiap hari agar tidak ada keyakinan terawih itu wajib. Prioritaskan salat lima waktu, salat malam, salat rawatib, dan salat duha,” pesannya.

 

Yang keempat, tidak berani memprioritaskan akhirat daripada dunia. Dalam Al Qasas ayat 77 menerangkan perjuangkan akhirat dengan hartamu, sehatmu, dan waktumu. Tapi jangan lupakan dunia.

 

“Totalitas akhirat, dunia sampingan. Bukan totalitas dunia, akhirat sampingan. Paling tidak di bulan ramadan benar-benar lakukan itu. Atau minimal 10 malam terakhir di bulan ramadan. Buktikan kita merindukan dan mengharapkan surga,” ucapnya.

 

Yang kelima, berfikir pasti akan mendapatkan ramadan lagi di tahun depan. Itu bisikan setan. Menunda-menunda ibadah itu juga bisikan setan. Seperti kaum Yahudi yang mendapatkan laknat Allah.

 

“Yang keenam, masih membawa banyak dosa yang belum terampuni. Orang baik akan dimudahkan Allah untuk beribadah di bulan ramadan. Orang jahat akan dipersulit Allah untuk beribadah di bulan ramadan,” tegasnya.

 

Dan yang ketujuh, kurangnya tawakkal kepada Allah. Dalam QS Fatir ayat 32 menerangkan kita ini tidak bisa jadi orang baik tanpa izin Allah.

 

“Orang kalau tawakkal menyerahkan dirinya kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk mampu beribadah di bulan ramadan,” paparnya. (Jay/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *