Majalahglobal.com, Mojokerto – Ruwah Dusun Banjarsari dibarengkan dengan Khotmil Qur’an ke-21, Minggu (1/2/2026) di Makam Umum Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Minggu (1/2/2026).

Penanggung Jawab Khotmil Qur’an, Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H. mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu semua pada acara Ruwah Dusun hari ini.
“Ruwah Dusun ini merupakan tradisi kita sebagai warga dusun untuk membersihkan lingkungan, mempererat tali silaturahmi, dan memohon doa kepada Allah SWT agar desa kita selalu terjaga dari segala marabahaya,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, ia juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung acara ini, baik secara moril maupun materil.
“Semoga Allah SWT membalas kebaikan Bapak/Ibu semua dengan pahala yang berlipat ganda. Akhir kata, mari kita laksanakan acara Ruwah Dusun ini dengan khidmat dan penuh rasa syukur. Semoga acara ini membawa berkah dan kebaikan bagi kita semua,” harapnya.

Penasihat Kegiatan, Ustaz Mukid berharap hujan ini menjadi hujan yang barokah yang memberkahi kita semua.
“Semoga semuanya bisa hadir juga di bulan-bulan berikutnya untuk mengikuti Khotmil Qur’an di Makam Umum Dusun Banjarsari,” pesannya.

Kepala Dusun Banjarsari, Dwi Ahmad Fauzi mengucapkan terima kasih atas dukungannya dalam Ruwah Dusun Banjarsari.
“Meskipun dalam kondisi hujan, semua tetap semangat membawa arak-arakan dari Masjid ke Makam Umum Dusun Banjarsari,” jelasnya.

Pj Kepala Desa Kedunglengkong, Rusmiati menerangkan, tujuannya Ruwuh Dusun adalah sebagai wujud ucapan rasa syukur atas segala nikmat dari Allah SWT.
“Selain itu juga menghidupkan budaya Jawa sehingga apa yang kita lakukan bermanfaat untuk sesama. Terima kasih atas perannya masing-masing. Kalaupun ada kekurangan itu adalah kewajaran. Terkait hujan memang itu cuaca alam, semoga hujan ini membawa keberkahan dan doa kita diijabahi oleh Allah,” harapnya.

Penasihat Jemaah K.H. Hasan Mathori menambahkan, karena Ruwuh Dusun dibarengkan dengan Khotmil Qur’an maka tidak boleh ada yang rebutan arak-arakan.
“Khotmil Qur’an menyediakan tumpeng 1000. Meskipun kelihatannya dikit tapi tidak habis-habis dimakan banyak orang. Ini ada uang Rp 2000, Rp 5000 dan Rp 10000. Nanti diambil satu saja, jika ambil lebih dari satu saya tidak ridho. Uang itu taruh dompet agar bisa untuk isi dompet dan memanggil teman-temannya,” pesannya. (Jay/Adv)










