Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi capaian penurunan angka stunting di Kota Mojokerto yang kini berada di posisi 1,12 persen, jauh di bawah target nasional 14 persen. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Stunting Semester II Tahun 2025.
Dalam forum tersebut, Ning Ita mengungkapkan bahwa angka stunting Kota Mojokerto terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. “Ini capaian luar biasa. Angka stunting kita tinggal 1,12 persen. Hasil ini menunjukkan kerja keras bersama dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045 dari Kota Mojokerto,” kata Ning Ita.
Berdasarkan data EPPGBM, angka stunting Kota Mojokerto pada tahun 2019 sebesar 9,04 persen, tahun 2020 sebesar 7,71 persen, tahun 2021 sebesar 4,84 persen, tahun 2022 sebesar 3,12 persen, tahun 2023 sebesar 2,04 persen, tahun 2024 sebesar 1,54 persen, dan pada Oktober 2025 menjadi 1,12 persen.
Ning Ita menjelaskan bahwa strategi penanganan stunting akan berubah pada tahun 2026, fokus tidak lagi pada penurunan kasus yang ada, melainkan menjaga agar tidak muncul kasus baru. Intervensi akan diarahkan pada pemenuhan gizi balita, remaja, serta kelompok usia dewasa.
“Kota kita kecil, hanya sekitar 140-an ribu jiwa. Justru karena kecil, kinerja harus maksimal. Tidak boleh hanya formalitas. Semua dinas harus bergerak bersama,” tegasnya.
Ning Ita juga mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga komitmen dan semangat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Mungkin tidak semua kondisi bisa kita intervensi, tapi kita wajib berupaya semaksimal mungkin. Teruslah mengabdi untuk kota tercinta,” pesannya. (Jay)










