mahkota555

Perkuat Pembinaan Spiritual, Lapas Kelas IIA Metro dan Kemenag Kota Metro Resmi Jalin Kerja Sama

Perkuat Pembinaan Spiritual, Lapas Kelas IIA Metro dan Kemenag Kota Metro Resmi Jalin Kerja Sama

METRO, majalahglobal.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pembinaan yang komprehensif kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Lapas Kelas IIA Metro dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Metro yang berlangsung di Aula Umum Usman Pokok Ratoe, Rabu (3/12/2025).

Kerja sama ini mencakup penguatan pembinaan keagamaan, moral, dan spiritual bagi Warga Binaan melalui pendampingan penyuluh agama, program bimbingan rohani, pengajian, dakwah, serta pendidikan akhlak. Seluruh kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membentuk karakter Warga Binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan kepribadian yang lebih baik dan bertanggung jawab.

Kalapas Kelas IIA Metro, Tunggul Buono, menyampaikan bahwa pembinaan kepribadian tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai spiritual sebagai fondasi perubahan perilaku.

“Kerja sama ini adalah langkah strategis dalam memperkuat pembinaan di Lapas Metro. Pembinaan keagamaan merupakan pilar penting untuk membentuk karakter dan membangun kesadaran diri Warga Binaan. Dengan dukungan Kemenag, kami berharap para Warga Binaan dapat menata hati, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ujar Tunggul.

Ia menambahkan bahwa Lapas Metro selalu terbuka terhadap kolaborasi positif dari berbagai instansi, khususnya yang memiliki tujuan untuk mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Metro, H. Abdul Haris, S.Ag., M.H.I, menyatakan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan pembinaan keagamaan di Lapas.

“Kami menyambut baik kerja sama ini dan siap menugaskan para penyuluh agama untuk memberikan bimbingan kepada Warga Binaan. Pembinaan ini bukan hanya tentang pengetahuan agama, tetapi juga membangun akhlak, memperkuat spiritualitas, dan menumbuhkan kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Abdul Haris.

Ia menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan bagian dari upaya bersama untuk membantu Warga Binaan kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih matang dan berdaya guna.

Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan oleh pejabat struktural, staf Lapas, serta perwakilan Warga Binaan. Kolaborasi ini diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih humanis, religius, dan konstruktif.

Melalui kerja sama ini, Lapas Kelas IIA Metro optimistis bahwa pembinaan berbasis spiritual akan memperkuat nilai-nilai moral, meningkatkan keimanan, serta memberikan bekal kehidupan yang kokoh bagi Warga Binaan setelah menjalani masa pidana.
Oleh: Andi Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *