Pengajian Akbar di Lapas Narkotika Bandar Lampung: KH. Muhayat Ajak Warga Binaan Hijrah dari Narkoba Menuju Generasi Bertaqwa
LAMPUNG, majalahglobal.com – Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung menggelar Pengajian Akbar bertema “Generasi Bertaqwa, Generasi Anti Narkoba” bersama Ustaz KH. Muhayat, Jumat (28/11/2025). Kegiatan yang diikuti seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ini juga dihadiri jajaran pimpinan pemasyarakatan serta BNNK Lampung, sebagai bagian dari penguatan pembinaan keagamaan dan komitmen menjauhi narkoba.
Pengajian Akbar menghadirkan penceramah Ustaz KH. Muhayat dari Pondok Pesantren Al-Falah Rumbia, Lampung Tengah. Melalui kajian yang menyejukkan, tema “Generasi Bertaqwa, Generasi Anti Narkoba” dikupas sebagai ajakan bagi warga binaan untuk menjadikan masa pidana sebagai momentum hijrah dan awal kehidupan baru yang lebih baik.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung Jalu Yuswa Panjang, Kepala BNNK Lampung Rahmad Hidayat, serta Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung Jumadi beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Kakanwil Ditjenpas Lampung Jalu Yuswa Panjang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu menguatkan karakter dan mental spiritual warga binaan.
“Kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi warga binaan untuk merenung, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Nilai ketaqwaan dan kesadaran anti narkoba harus menjadi bagian dari perubahan itu,” jelasnya.
Sementara itu, Kalapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar penting dalam proses pemasyarakatan.
“Melalui pengajian akbar ini, kami berharap warga binaan semakin dekat dengan nilai-nilai agama, memantapkan ketaqwaan, dan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Pembinaan rohani adalah bagian penting dari transformasi yang kami dorong,” ujar Jumadi.
Pada kesempatan tersebut, KH. Muhayat menyampaikan tausiyah yang menyentuh tentang pentingnya ketaqwaan sebagai pondasi hidup, serta bahaya narkoba yang dapat merusak akhlak, kesehatan, keluarga, hingga masa depan. Ia mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai proses hijrah menuju pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan ketika kembali ke masyarakat.
Pengajian Akbar berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan, ketenteraman, serta harapan agar seluruh warga binaan mampu istiqamah menjauhi narkoba, memperbaiki diri, dan menata kehidupan baru yang lebih bermakna selepas menjalani masa pidana.
“Pengajian akbar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari ikhtiar kami membangun kesadaran baru bagi warga binaan. Kami ingin mereka keluar dari Lapas bukan hanya bebas secara fisik, tetapi juga merdeka dari jerat narkoba dan perilaku menyimpang. Dengan pembinaan rohani yang berkesinambungan, kami berharap lahir generasi yang bertaqwa, mencintai kedamaian, dan berkomitmen kuat menjadi generasi anti narkoba.” Tegas Kalapas.
Oleh: Andi Raya










