Warga Binaan Lapas Dharmasraya Sulap Papan Bekas dan Batok Kelapa Jadi Produk UMKM Bernilai Jual
Dharmasraya, majalahglobal.com – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Dharmasraya terus menunjukkan kreativitas dan semangat tinggi dalam program pembinaan kemandirian. Berbekal papan bekas dan batok kelapa, mereka berhasil menyulap bahan sederhana tersebut menjadi kerajinan bernilai ekonomis, seperti pajangan berbentuk bunga yang kini menjadi salah satu produk unggulan mereka. Saat ini, para WBP juga tengah mengembangkan produksi aksesoris kepala berbahan dasar batok kelapa yang tak kalah menarik, Jumat (28/11/2025).
Di bawah bimbingan petugas Lapas, WBP dilatih mengolah papan bekas menjadi rangka dan dasar pajangan, sementara batok kelapa dipahat, dihaluskan, dan dipoles hingga membentuk kelopak serta ornamen bunga yang artistik. Untuk aksesoris kepala, proses pembuatannya dilakukan dengan teknik pembentukan dan penghalusan yang teliti, sehingga menghasilkan produk bercorak etnik yang memiliki nilai seni dan daya tarik tersendiri.
Kasubsi Pembinaan Lapas Dharmasraya, Saputra Tanjung, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian penting dari upaya pembinaan kemandirian bagi warga binaan. “Program ini kami rancang untuk membuka ruang kreativitas warga binaan sekaligus membangun kepercayaan diri mereka. Melihat mereka mampu mengolah papan bekas dan batok kelapa menjadi produk bernilai jual adalah kebanggaan tersendiri. Kami ingin memastikan bahwa saat kembali ke masyarakat nanti, mereka memiliki keterampilan yang siap digunakan,” ujarnya.
Salah satu warga binaan yang aktif dalam proses produksi, Gulo, mengaku bangga bisa menghasilkan karya yang diapresiasi masyarakat. “Saya tidak pernah menyangka batok kelapa bisa diubah jadi pajangan bunga yang indah. Sekarang kami juga sedang membuat aksesoris kepala. Dari kegiatan ini saya belajar banyak hal dan merasa lebih produktif. Rasanya bangga ketika hasil kerja kami diapresiasi masyarakat. Ini memotivasi saya untuk terus belajar dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Produk hasil karya WBP kini dipamerkan di galeri pembinaan Lapas Dharmasraya dan mendapat respons positif dari para pengunjung. Beberapa produk mulai dilirik sebagai souvenir dan dekorasi rumah, sehingga membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Statement Kalapas Dharmasraya, Ferdika
Kepala Lapas Dharmasraya, Ferdika, mengapresiasi semangat dan kreativitas warga binaan dalam mengembangkan produk UMKM berbahan dasar limbah tersebut.
“Kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu, tetapi menjadi sarana pembinaan kemandirian yang nyata bagi warga binaan. Dari papan bekas dan batok kelapa, lahir karya-karya kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Ini membuktikan bahwa di balik keterbatasan masih ada peluang dan harapan. Ke depan, kami akan terus mendorong dan memperluas program pembinaan seperti ini agar warga binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat mereka kembangkan setelah bebas nanti,” tegas Ferdika.
Melalui program pembinaan ini, Lapas Dharmasraya berharap lahir lebih banyak warga binaan yang siap mandiri, produktif, dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Oleh: Andi Raya










