Lumajang – Kelas Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren/Madrasah Aliyah Khomsani Nur memiliki daya tarik tersendiri. Selain berfokus pada pencapaian hafalan 30 juz, program ini juga dibalut dengan tradisi khas dan sistem pendidikan yang terstruktur. Berikut tiga hal menarik dari kelas Tahfidz Al-Qur’an Ponpes/MA Khomsani Nur:
1. Tradisi Unik Saat Khatam 30 Juz
Setiap santri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an akan dirayakan dengan penuh rasa syukur. Dalam momen istimewa ini, orang tua santri membawa tumpeng untuk dibagikan kepada seluruh murid kelas Tahfidz sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan anaknya. Tradisi ini menjadi simbol semangat kebersamaan dan dukungan dari keluarga terhadap perjuangan anak dalam menghafal Al-Qur’an.
2. Wisuda Hafidz 30 Juz dalam Peringatan Maulid Nabi
Setiap tahun, Ponpes/MA Khomsani Nur menggelar Wisuda Hafidz 30 Juz bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam acara sakral ini, para wisudawan menerima sanad hafalan Al-Qur’an, piagam penghargaan, serta hadiah sebagai apresiasi atas ketekunan dan prestasi mereka. Kegiatan ini menjadi momen penuh haru dan kebanggaan, baik bagi para santri maupun orang tua.
3. Program Tahfidz Berjenjang dengan Sanad yang Jelas.
Program Tahfidzul Qur’an Ponpes/MA Khomsani Nur merupakan program unggulan yang telah terbukti sukses menuntaskan hafalan santri hingga 30 juz. Kesuksesan ini didukung oleh sistem pembinaan hafalan yang dimulai secara berjenjang sejak jenjang MI dan MTs, hingga mencapai puncaknya di tingkat MA.
Ditambah dengan bimbingan intensif dari Asatidz Penghafal Al-Qur’an Pesantren Khomsani Nur yang memiliki sanad jelas serta metode hafalan yang terstruktur dan disiplin, sehingga para santri dapat istiqamah hingga mencapai target hafalan secara sempurna. Alhamdulillah
Program Tahfidz ini menjadi salah satu kebanggaan Ponpes/MA Khomsani Nur, sekaligus kontribusi nyata dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang berkualitas dan berakhlak mulia. (Atz)










