Majalahglobal.com, Mojokerto – Suasana pemutaran film “Komang” di CGV Sunrise Mall, Jalan Benteng Pancasila, Mojokerto, mendadak riuh saat para pemeran secara mengejutkan muncul di tengah-tengah penonton, Senin malam (7/4/2025).
Komang merupakan salah satu film Indonesia yang turut meramaikan libur Lebaran 2025.
Film ini diangkat dari kisah nyata pasangan Raim Laode dan Komang Ade Widiandari, yang sebelumnya telah diabadikan dalam sebuah lagu populer berjudul sama.
Ceritanya menggambarkan perjalanan cinta lintas agama dan budaya, penuh tantangan dan pengorbanan.
Film produksi Starvision ini disutradarai oleh Naya Anindita dan diproduseri oleh Chand Parwez Servia bersama Mithu Nisar.
Raim Laode sendiri turut terlibat dalam proses produksi dan pemilihan pemain, salah satunya adalah Kiesha Alvaro yang dipercaya memerankan Raim muda. Sebelumnya, Kiesha mencetak kesuksesan lewat film Siksa Neraka.
Sementara itu, karakter Komang diperankan oleh Aurora Ribero, aktris muda berbakat yang sebelumnya dinominasikan dalam ajang Piala Citra lewat film Like and Share.
Keduanya didukung oleh jajaran pemain lain seperti Cut Mini, Arie Kriting, Mathias Muchus, Ayu Laksmi, Neneng Risma, Rhesa Putri, Adzando Davema, Ciaxman, Arman Dewarti, dan Raim Laode sendiri.
Usai pemutaran film, para pemain menyapa langsung para penonton sebagai bagian dari rangkaian tur promosi film.
Neneng Wulandari, pemeran karakter Ola, menyebut Mojokerto sebagai salah satu kota yang mereka kunjungi dalam rangka promosi ini.
“Sudah beberapa kota kami kunjungi, dan Mojokerto jadi salah satu tujuan penting,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Raim Laode menegaskan bahwa film ini tidak semata-mata berbicara tentang cinta beda agama, melainkan tentang bagaimana cinta mampu menjembatani perbedaan.
“Film ini bukan tentang perbedaan agama, tapi tentang bagaimana memperjuangkan cinta di tengah perbedaan itu sendiri,” kata Raim.
Film ini mengangkat kisah Raim, pria Muslim asal Pulau Buton, dan Komang, perempuan Hindu keturunan Bali yang tinggal di Baubau, Sulawesi Tenggara.
Salah satu momen yang menyentuh dalam film adalah saat ibu Komang beribadah di rumah keluarga Raim yang beragama Islam.
“Semua itu bukan hanya adegan film. Dalam kehidupan nyata pun demikian. Saya sampai sekarang tetap menyediakan dupa untuk ibu mertua agar bisa beribadah dengan nyaman,” jelas Raim.
“Pesan dalam Komang bukan agama siapa yang menang, tapi cinta kami yang menang,” imbuhnya.
Penampilan para pemain secara langsung di bioskop membawa kesan mendalam bagi penonton, menambah kedekatan emosional dengan cerita yang diangkat.
Komang kini tayang di berbagai bioskop Indonesia dan mendapat sambutan hangat berkat pesan toleransi serta kekuatan cinta yang melampaui perbedaan. (Jay/Adv)










