Majalahglobal.com, Mojokerto – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto Fraksi PKB, M. Agus Fauzan menggelar sosialisasi bahaya narkoba, pinjaman online (pinjol), dan judi online (Judol) di Pendopo Balai Desa Sumbergirang, Puri, Mojokerto, Rabu (11/12/2024).
Disela-sela pembicaraan, M. Agus Fauzan menawarkan kepada pemuda Desa Sumbergirang yang sudah hobi dan terbiasa membuat konten creator dan main medsos disiapkan wadah di MAPS (MABES ASPIRASI PROGUS).
“Nanti kedepan bisa ikut gabung di salah satu usaha milik saya yang bergerak di dunia digital marketing,” terang M. Agus Fauzan yang juga merupakan Owner Pandu Advertising.
Ditambahkannya, dulu waktu kelas 2 SMK, ia sudah hobi bekerja dan Alhamdulillah sampai sekarang ia juga masih aktif menjadi pegiat UMKM. Baik UMKM lokal ataupun UMKM digital.
“Salah satu solusi agar terhindar dari jeratan narkoba, pinjaman online, dan judi online adalah dengan cara saya selalu menyebarkan virus sebagai seorang pengusaha mandiri atau wiraswasta ke anak muda dari desa ke desa,” terang M. Agus Fauzan yang juga Owner Lands Koffie Mojokerto dan Lands Koffie Jombang ini.
Terkait judi online (Judol). Apa itu judi online? Judi online adalah perjudian melalui platform digital. Sementara pinjaman online (Pinjol) adalah pinjaman berbasis aplikasi atau situs web yang seringkali tanpa regulasi yang jelas.
“Ada berbagai macam bahaya judi online. Mulai dari kerugian finansial, ketergantungan, masalah sosial, dan gangguan psikologis,” ungkap M. Agus Fauzan yang terkenal dermawan ini.
Masih kata Agus, kemudian untuk bahaya judi online ada 4 macam. Mulai dari bunga tinggi dan biaya tersembunyi. Kemudian yang kedua penyalahgunaan data pribadi.
“Yang ketiga teror dan intimidasi. Dan yang terakhir hukuman hukum. Jadi ada potensi jerat hukum bagi pengguna dan pengelola judi online,” jelas M. Agus Fauzan yang terkenal religius ini.
Lebih lanjut dikatakannya, cara menghindari judi online dan pinjaman online adalah dengan meningkatkan wawasan digital dengan mewaspadai iklan yang menyesatkan.
“Kemudian yang kedua kontrol finansial. Rencanakan pengeluaran, hindari hutang tidak perlu. Kemudian yang ketiga laporkan aktivitas ilegal yang mencurigakan. Dan yang terakhir perkuat ketahanan diri. Hindari pola hidup konsumtif dan terpengaruh janji instan. Belilah barang sesuai kebutuhan,” pesan M. Agus Fauzan sembari disambut tepuk tangan seluruh undangan.
Terkait narkoba, Bhabinkamtibmas Desa Sumbergirang, Richard berharap sosialisasi ini dapat menciptakan lingkungan yang bebas narkoba. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendukung generasi muda yang sehat sebagai penerus bangsa.
“Melalui kerja sama dengan pihak terkait, kami terus berkomitmen dalam upaya preventif. Program edukasi seperti ini dianggap efektif untuk meningkatkan pemahaman tentang risiko narkoba. Kecanduan narkoba membuat tubuh mengalami kejang-kejang, halusinasi, perilaku agresif, dan rasa sesak bagian dada. Hindari narkoba sekarang juga,” ajak Richard. (Jay/Adv)










