Majalahglobal.com, Mojokerto – Polsek Ngoro mengamankan beberapa remaja yang diduga terlibat dalam kelompok gangster “Salvador” dan “Kampung Timur”.
Penangkapan dilakukan pada Kamis (10/10/2024), sekitar pukul 14.30 WIB, setelah adanya laporan mengenai video di media online yang memperlihatkan aktivitas anak-anak yang terkait dengan gangster tersebut.
Empat remaja dari wilayah Kecamatan Ngoro, Mojokerto, diamankan dan diduga menjadi anggota atau pendukung gangster “Salvador” dan “Kampung Timur”.
Identitas keempat remaja tersebut antara lain GBS (17) dan MDP (17) warga Dusun Glatik Desa Watesnegoro, MTHY (15) warga Dusun Wonosari Desa Wonosari, dan MJ (18) warga Dusun Kesono Desa Candiharjo.
Dari para tersangka, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, antara lain; 1 bilah celurit, 1 kaos gengster bertuliskan “Kampung Timur”, 1 hoodie gangster bertuliskan “All Star” dari GBS.
Sedangkan dari MDP, polisi mendapati 2 bilah pedang, 1 bendera gangster bertuliskan “WWT (WatWet)”, 1 bendera gengster bertuliskan “Tim Bar-Bar”.
Menurut hasil interogasi, keempat remaja tersebut mengaku diperkenalkan kepada kelompok gangster “Salvador” dan Gangster “Kampung Timur” melalui media sosial Instagram.
Beberapa di antaranya bahkan membeli atribut gangster, seperti kaos dan hoodie, sebagai bentuk keterlibatan mereka dalam kelompok tersebut.
Kapolsek Ngoro, Kompol Heru Purwandi, S.H., telah melakukan beberapa langkah dalam penanganan kasus ini.
“Kita sudah melaporkan perkembangan kasus ini kepada pimpinan, serta berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Mojokerto untuk penanganan lebih lanjut,” tegasnya.
Sebagai upaya pencegahan, polisi juga memanggil orang tua dari para remaja yang terlibat dan meminta mereka menandatangani surat pernyataan.
Selain itu, Polsek Ngoro akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa dan sekolah untuk mengadakan sosialisasi mengenai bahaya gangster dan kenakalan remaja, serta pencegahan bullying di kalangan pelajar.
Kompol Heru, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mengambil langkah tegas untuk mencegah penyebaran pengaruh negatif gangster di wilayah Mojokerto.
“Kami terus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam melindungi generasi muda dari pengaruh buruk gangster,” tutup Kompol Heru. (Jay)










