Majalahglobal.com, Mojokerto – Rapat Koordinasi (Rakor) DPC ABPEDNAS Kabupaten Mojokerto digelar di Institut KH. Abdul Chalim (IKHAC), Bendunganjati, Pacet, Mojokerto, Rabu (14/8/2024).

Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Mojokerto, Mulyadi, S.Pd., M.Pd. menjelaskan, hari ini pihaknya merasa bangga bisa mengadakan rapat koordinasi setelah vakum sejak 14 Maret 2020.
“Padahal saat itu kita dilantik pada 19 September 2019 di Trawas. Perlu diketahui bahwa ini adalah awal pertemuan. Pengurus DPC ABPEDNAS Kabupaten Mojokerto akan berjuang agar tunjangan BPD di Kabupaten Mojokerto bertambah dari Rp 275 ribu menjadi lebih besar lagi karena tunjangan BPD di Kabupaten Mojokerto ini paling sedikit di Jawa Timur,” ungkap Mulyadi.
Sekretaris DPD ABPEDNAS Jawa Timur, Drs. Abdul Syukur menambahkan, pengurus DPC ABPEDNAS Kabupaten Mojokerto segera buat repat kecil untuk musyawarah cabang dan nanti akan dipandu DPD ABPEDNAS Jawa Timur.
“Kegiatan hari ini bisa terlaksana atas kebesaran hatinya Romo Kiai Asep dan Gus Barra. Tolong yang kemarin BPD Kabupaten Mojokerto agak renggang, mulai hari ini segera kembali solid lagi dan merapatkan barisan untuk kemenangan Gus Barra dan Mas Rizal (Mubarok),” ungkap Abdul Syukur.
Dijelaskannya, tunjangan BPD Kabupaten Mojokerto ini tergantung Gus Barra saat menjabat Bupati Mojokerto 2025-2030. Jadi jangan ragu-ragu untuk mendukung.
“Elektabilitas Gus Barra sudah 59,5 %. Mari kita jaga elektabilitasnya ini agar tetap atau semakin naik,” pesan Abdul Syukur.
Wakil Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Deny Purwanti Ningtyas menerangkan, pembangunan Kabupaten Mojokerto sudah bagus kenapa tidak dianjutkan lagi dengan yang lebih bagus melalui Gus Barra.
“Menggantungkan harapan ke Gus Barra dan Mas Rizal tentu DPP ABPEDNAS sangat mendukung. Niatkan menjadi BPD untuk mengabdi kepada desa. ABPEDNAS sudah ada sejak tahun 2014. Secara legalitas sudah lengkap, perjuangan kami yang paling baru bisa dirasakan adalah mendapatkan tambahan masa jabatan 2 tahun bagi Kepala Desa dan BPD,” terang Deny.

Sementara itu Gus Barra berharap semoga dari pertemuan ini bisa berlanjut dengan pertemuan berikutnya untuk kesejahteraan desa masing-masing.
“Kita semua yang hadir disini punya tanggung jawab mengabdi pada desa masing-masing. Oleh karena itu dalam rapat kordinasi ini kita berembuk agar desa kita menjadi desa mandiri, sejahtera, dan makmur,” harap Gus Barra.
Ditegaskannya, jika apa yang disampaikan Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Mojokerto berkaitan dengan tunjangan BPD, maka kedepan mari berembuk dan berdiskusi agar peningkatan kesejahteraan BPD ini terpenuhi.
“Insha Allah ketika anggaran ini cukup untuk masyarakat termasuk BPD maka akan kita berikan,” terang Gus Barra.
Jika Allah mengizinkan Mubarok menang Pilkada 2024, maka pihaknya siap berdiskusi dengan seluruh elemen yang ada di Kabupaten Mojokerto untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mojokerto.
“Beberapa hari ini kita keliling dari unsur pesantren, siniyah, dan TPQ untuk menyerap aspirasi. Kedepannya saat kami terpilih aspirasi tersebut akan menjadi PR bagi kami. Kami mohon maaf jika selama saya menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto mempunyai kekurangan. Hal-hal yang baik akan saya teruskan dan yang tidak baik akan kami perbaiki lebih baik lagi,” terang Gus Barra.
Kemudian Romo Kiai Asep Saifuddin Chalim menerangkan, berbicara soal kesejahteraan itu adalah kewajiban seorang pemimpin. Namun tentu pelaku-pelaku yang mensejahterakan rakyat termasuk BPD harus lebih disejahterakan.
“Barangsiapa yang mau dipanjangkan umurnya dan rezekinya maka hendaknya bersilaturahmi. Maka nanti terus direncanakan BPD mengadakan pertemuan. Doakan auditorium saya segera jadi agar nanti semua BPD bisa dikumpulkan karena bisa menampung 1000 orang,” pesan Kiai Asep yang merupakan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah.
Dijelaskannya, kenaikan tunjangan BPD itu mudah sekali. Kuncinya intensifkan PAD. Nanti bisa dua kali lipat. Nah kelipatan ini bisa untuk mensejahterakan BPD, PPDI, BAZNAS maupun yang lain.
“Mubarok sudah bertekad tidak ada jual beli jabatan dan fee proyek yang ada hanyalah untuk kesejahteraan rakyat. Investor kami permudah dan pekerjanya orang Mojokerto dan diperlakukan dengan baik dan adil,” ungkap Kiai Asep yang terkenal dermawan ini.
Pihaknya juga ingin menyoroti terkait BK desa. BK Desa itu ada yang dapat dan ada yang tidak dapat.
“Harusnya dikasih semua, soal nilainya memang harus melihat dari kapasitas desa tersebut,” ucap Kiai Asep yang merupakan Ketua Umum PERGUNU.
Diceritakannya, di 5 bulan pertama kepemimpinan Ikfina-Barra pernah ia kumpulkan.
“Saa itu ada Ibu ikfina, Mas Barra, Pak Teguh dan Pak Santoso Ketua Pemenangan. Saya jelaskan bahwa 70% pembiayaan Pilkada itu dari saya. Tolong orientasinya menjadikan Mojokerto maju, adil, dan makmur dan tidak kamuflase. Saya sama sekali tidak menginginkan kembali uang saya, saya hanya ingin anak saya Mas Barra melihat jalannya roda Pemerintahan Kabupaten Mojokerto namun faktanya mas Barra tidak bisa berkomunikasi dengan OPD,” ungkap Kiai Asep yang merupakan anak kandung dari Pahlawan Nasional K.H. Abdul Chalim.
Ditegaskannya, kalau mau jadi orang berhasil kuncinya jujur, disiplin, berakhlak mulia, damai, sedekah, dan kerja keras.
“Saya ditawari berkali-kali jadi Menteri Pendidikan dan Menteri Agama. Saya tidak pernah mau karena istri saya tidak merestui,” ucap Kiai Asep.

Sementara itu, Dr. H. Achmady yang merupakan ayah kandung dari Mas Rizal menjelaskan, jangan memilih kucing dalam karung.
“Pilih Mubarok supaya Mojokerto lebih maju. Mohon doa restu, dukungan, dan disampaikan kepada semuanya serta nanti 27 November 2024 coblos Mubarok,” harap Achmady yang merupakan Mantan Bupati Mojokerto 2000-2008. (Jay/Adv)










