mahkota555

PILKADA DIDEPAN MATA, GEMAKATO: KANDIDAT HARUS PUNYA PROGRES TERHADAP JALAN TEBO TENGAH-KUAMANG KUNING

PILKADA DIDEPAN MATA, GEMAKATO: KANDIDAT HARUS PUNYA PROGRES TERHADAP JALAN TEBO TENGAH-KUAMANG KUNING
PILKADA DIDEPAN MATA, GEMAKATO: KANDIDAT HARUS PUNYA PROGRES TERHADAP JALAN TEBO TENGAH-KUAMANG KUNING

Majalahglobal.com, Tebo –

Semakin dekatnya hari pemilihan di pilkada serentak 2024 ini, calon-calon kandidat semakin gencar turun menyapa masyarakat dengan penuh kehangatan sekaligus upaya meyakinkan bahwa ia adalah pilihan tepat untuk memimpin.

 

Namun, dalam prosesi itu masih belum jelas progres-progres dari tiap-tiap calon kandidat terhadap apa yang akan diperbuat ketika ia mendapat amanah.

Hal ini disorot oleh kader gerakan mahasiswa kabupaten tebo (GEMAKATO).

 

Spesifiknya, mengenai infrastruktur jalan di kabupaten tebo yang menjadi sorotan gemakato agar menjadi prioritas utama dalam progres wacana pembangunan dari para kontestan pilkada nanti.

 

Salah satunya jalan tebo tengah-kuamang kuning kabupatem bungo.

Irham nur fazri mengatakan :”infrastruktur jalan menjadi urat nadi dari segala aspek kemajuan masyarakat, dalam hal urgensi jalan tebo tengah-kuamang kuning bungo ini sangat berefek luar biasa, baik bagi masyarakat tebo maupun masyarakat bungo yang di kuamang kuning. Sebab jika akses jalan ini bagus maka mobilitas masyarakat dari bungo ke jambi menjadi lebih dekat tidak harus mutar dulu ke kota muara bungo” ungkap mahasiswa FISIPOL unja ini.

 

Di samping itu, menurut Irham efek kemajuan kota tebo juga akan berkembang pesat karena adanya mobilitas masyarakat yang meningkat.

Irham mengatakan :”jika jalan tersebut dibangun maka hasil perkebunan masyarakat di sana akan mudah untuk di angkut keluar yang tentu akan meningkatkan ekonomi mereka. Sedangkan untuk umkm nya tentu marketnya lebih luas lagi karena adanya mobilitas masyarakat yang meningkat”. Ujar aktifis kelahiran tebo tengah ini.

 

Namun, irham mewarning kebiasaan saling Lempar bola para pejabat publik dalam menangani kebijakan seperti ini, aksi lempar bola tersebut biasanya ber alibi batasan kewenangan.

 

Irham kembali mengatakan :”tapi iya, pemerintah kedepan jangan seperti kanak-kanak yang saling tuding lalu angkat tangan jika diminta kebijakan, yang katanya ini wewenang kabupaten lah, yang katanya ini wewenang provinsi lah, yang apbd tidak kuatlah. Pemimpin kedepan harus lebih solutif dalam setiap persoalan jangan pasrah kepada keadaan”. Tandasnya.(Dy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *