mahkota555

Lapas Narkotika Bandar Lampung Terima Kunjungan 180 Siswa SMPN 17, Edukasi Bahaya Liquid Vape Narkoba

Lapas Narkotika Bandar Lampung Terima Kunjungan 180 Siswa SMPN 17, Edukasi Bahaya Liquid Vape Narkoba

BANDAR LAMPUNG, majalahglobal.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung menerima kunjungan wisata edukasi dari SMP Negeri 17 Bandar Lampung dalam rangka pembelajaran Projek Kokurikuler, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Sekolah Ramah Anak dan Bahaya Liquid Vape Narkoba” sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelajar tentang pentingnya lingkungan pendidikan yang aman serta risiko penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Kunjungan yang dijadwalkan berlangsung pukul 09.45 hingga 11.00 WIB tersebut melibatkan sekitar 180 siswa dan 20 guru. Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, bersama jajaran menyambut kegiatan edukasi yang menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas tersebut.

Melalui kunjungan ini, para siswa diharapkan memperoleh wawasan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, termasuk risiko penggunaan liquid vape yang mengandung zat terlarang. Edukasi tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga diri, memilih pergaulan yang positif, serta menghindari perilaku yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan.

Kegiatan ini sekaligus mengangkat pentingnya mewujudkan sekolah ramah anak, yakni lingkungan pendidikan yang aman, sehat, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik. Pemahaman mengenai bahaya narkoba diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan melalui keterlibatan sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan edukasi yang melibatkan institusi pendidikan sebagai langkah membangun kesadaran generasi muda mengenai bahaya narkoba.
“Edukasi tentang bahaya narkoba perlu diberikan sejak dini agar para pelajar memiliki pengetahuan yang benar, mampu mengenali risiko, dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun pergaulan yang dapat menjerumuskan pada penyalahgunaan narkoba. Kami mendukung sinergi dengan institusi pendidikan dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Jumadi.

Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan institusi pendidikan merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan edukatif seperti ini, para pelajar diharapkan dapat memahami bahwa penyalahgunaan narkoba bukan hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat membawa konsekuensi sosial, pendidikan, dan hukum.

Jumadi juga berharap kegiatan serupa dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat bagi peserta didik dalam membangun kesadaran akan pentingnya menjauhi narkoba serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.

Melalui kunjungan wisata edukasi ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung diharapkan dapat terus mendukung upaya penyebarluasan informasi mengenai bahaya narkoba dan pentingnya pencegahan sejak dini. Sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan dunia pendidikan menjadi bagian dari upaya bersama dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba.
Oleh: Andi Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *