Pengarahan Dirjen Pemasyarakatan, Lapas Narkotika Bandar Lampung Perkuat Disiplin, Pengamanan, dan Kualitas Pelayanan
BANDAR LAMPUNG, majalahglobal.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung mengikuti pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, bersama jajaran pejabat struktural. Pengarahan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta memastikan setiap kebijakan dan arahan pimpinan dapat dipahami dan diterapkan secara optimal di tingkat satuan kerja.
Dalam pengarahan tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan memberikan sejumlah penekanan terkait pelaksanaan tugas dan fungsi jajaran Pemasyarakatan. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain peningkatan disiplin dan profesionalisme petugas, penguatan fungsi pengamanan melalui deteksi dini, serta penyelenggaraan pelayanan publik yang sesuai standar dengan tetap mengedepankan integritas.
Jajaran Pemasyarakatan juga diarahkan untuk mengoptimalkan pelaksanaan program dan target kinerja yang telah ditetapkan. Seluruh tugas diharapkan dapat dilaksanakan secara efektif, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku hingga akhir tahun 2026.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kalapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, menegaskan bahwa seluruh jajaran akan menjadikan setiap arahan pimpinan sebagai pedoman dalam memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi di lingkungan Lapas.
“Setiap arahan pimpinan menjadi perhatian serius bagi kami dan akan segera ditindaklanjuti dalam pelaksanaan tugas. Kami ingin memastikan seluruh jajaran bekerja dengan disiplin, profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujar Jumadi.
Menurutnya, soliditas dan koordinasi antarjajaran merupakan bagian penting dalam menciptakan pelaksanaan tugas yang efektif, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus memberikan pelayanan yang optimal kepada warga binaan dan masyarakat.
“Keamanan dan ketertiban harus menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, saya meminta seluruh jajaran untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kewaspadaan melalui deteksi dini, dan tidak mengabaikan setiap potensi gangguan keamanan. Di sisi lain, pelayanan kepada warga binaan dan masyarakat harus tetap diberikan secara optimal, transparan, dan berintegritas,” tegasnya.
Jumadi menambahkan, pelaksanaan tugas hingga akhir tahun 2026 harus dilakukan secara konsisten dengan mengedepankan akuntabilitas dan pencapaian target kinerja.
“Kami berkomitmen menyelaraskan seluruh pelaksanaan tugas dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Yang terpenting adalah bagaimana setiap arahan dapat diwujudkan dalam tindakan nyata sehingga berdampak pada peningkatan kualitas kinerja, keamanan, serta pelayanan di Lapas Narkotika Bandar Lampung,” pungkasnya.
Melalui pengarahan tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung berkomitmen memperkuat disiplin, integritas, koordinasi, dan profesionalisme jajaran sebagai bagian dari upaya mendukung penyelenggaraan Pemasyarakatan yang aman, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan.
Oleh: Andi Raya
081272255678










