mahkota555

Sapa Kasih Jadi Ruang Komunikasi, Kalapas Metro Tetra Destorie Dengarkan Langsung Keluhan Warga Binaan

Sapa Kasih Jadi Ruang Komunikasi, Kalapas Metro Tetra Destorie Dengarkan Langsung Keluhan Warga Binaan

METRO, majalahglobal.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro terus memperkuat komunikasi dan keterbukaan antara petugas dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program “Sapa Kasih Warga Binaan”, Senin (21/9/2026).

Program yang digagas Kepala Lapas Kelas IIA Metro, Tetra Destorie, tersebut menjadi ruang komunikasi langsung bagi Warga Binaan untuk menyampaikan keluhan, kendala, kebutuhan, pertanyaan, maupun masukan terkait pelayanan dan pelaksanaan pembinaan di dalam Lapas.

Melalui kegiatan ini, Warga Binaan diberikan kesempatan untuk menyampaikan secara terbuka berbagai hal yang mereka alami selama menjalani masa pidana, termasuk persoalan yang berkaitan dengan pelayanan, kebutuhan sehari-hari, maupun pelaksanaan program pembinaan.

Kegiatan Sapa Kasih tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi dari petugas kepada Warga Binaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi forum dua arah agar petugas dapat mendengar secara langsung kondisi dan persoalan yang dirasakan Warga Binaan di lapangan.

Setiap keluhan dan masukan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Lapas Metro dalam melihat pelaksanaan pelayanan dan pembinaan sekaligus menentukan langkah tindak lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kalapas Kelas IIA Metro, Tetra Destorie, mengatakan Sapa Kasih merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka, humanis, dan berkelanjutan dengan Warga Binaan.
“Program ini kita buat agar kita bisa lebih dekat dan lebih memahami Warga Binaan. Kita ingin mendengar langsung apa yang mereka rasakan, apa yang menjadi kebutuhan mereka, termasuk saran dan masukan untuk perbaikan pelayanan,” ujar Tetra.

Menurut Tetra, komunikasi secara langsung penting untuk memastikan berbagai persoalan yang dihadapi Warga Binaan dapat diketahui dan ditangani secara tepat. Sebab, tidak seluruh persoalan dapat terlihat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Karena itu, pihaknya mendorong Warga Binaan untuk tidak ragu menyampaikan keluhan maupun masukan melalui ruang komunikasi yang telah disediakan.
“Kita dengarkan semuanya. Mana yang bisa kita tindak lanjuti, akan kita tindak lanjuti. Mana yang memang harus melalui aturan dan prosedur, tentu akan kita sesuaikan. Yang terpenting adalah komunikasi tetap berjalan dengan baik dan setiap persoalan dapat disikapi secara tepat,” tegas Tetra.

Ia menambahkan, setiap masukan yang diterima tidak serta-merta dapat diselesaikan di luar ketentuan. Seluruhnya tetap akan diproses dengan memperhatikan peraturan, prosedur, kewenangan, serta kondisi yang ada.

Dengan demikian, Sapa Kasih tidak hanya menjadi tempat bagi Warga Binaan untuk menyampaikan keluhan, tetapi juga menjadi bagian dari mekanisme evaluasi terhadap kualitas pelayanan dan pembinaan di Lapas Kelas IIA Metro.

Tetra menegaskan bahwa keterbukaan komunikasi merupakan salah satu hal penting dalam menciptakan lingkungan Lapas yang kondusif sekaligus mendukung pelaksanaan pembinaan.
“Kami ingin setiap Warga Binaan memiliki ruang untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan. Kita tidak hanya ingin menjalankan pelayanan, tetapi juga memastikan pelayanan itu terus dievaluasi dan diperbaiki berdasarkan kondisi yang ada di lapangan,” katanya.

Salah seorang Warga Binaan yang mengikuti kegiatan tersebut mengapresiasi pelaksanaan Sapa Kasih. Menurutnya, forum tersebut memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada petugas.
“Menurut saya kegiatan seperti ini bagus, Pak, karena kami bisa menyampaikan langsung kalau ada kendala atau sesuatu yang ingin ditanyakan. Jadi tidak hanya dipendam sendiri, tetapi bisa disampaikan dan didengar oleh petugas,” ungkap R.

Ia berharap kegiatan Sapa Kasih dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga komunikasi antara Warga Binaan dan petugas tetap terjaga.
Melalui Sapa Kasih, Lapas Kelas IIA Metro berupaya menjadikan komunikasi langsung sebagai bagian dari evaluasi pelayanan, penyelesaian persoalan, serta penguatan pelaksanaan pembinaan bagi Warga Binaan.
Oleh: Andi Raya
081272255678

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *