Majalahglobal.com, Mojokerto – Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Mojokerto jelaskan penyebab terjadinya banjir di Desa Jumeneng setinggi 1 meter di malam takbir Idul Fitri 1447 H.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Mojokerto, Rois Arif Budiman menjelaskan, sebetulnya setelah proyek sungai sadar dari tahun 2017-2019, sebagian besar di wilayah sungai sadar itu sistem pengendalian banjirnya sudah terpenuhi dengan baik.
“Dari setelah proyek itu sampai sekarang memang memerlukan perawatan dan pemeliharaan. Disini yang perlu diperhatikan sama pihak yang berwenang yaitu BBWS Brantas. Mana tanggul yang perlu ditangani bisa diperkuat lagi supaya nanti saat debit air naik tanggul masih bisa menahannya,” ungkapnya, Selasa (31/3/2026) di ruangan kerjanya.
Pada saat banjir di Desa Jumeneng itu memang posisinya sampah yang luar biasa itu menyangkut di Dam Tinggarbuntut.
“Tentu hal tersebut membuat air sempat meluber dan menimbulkan tekanan ke arah hulu. Salah satunya ke titik tanggul yang jebol di Desa Jumeneng,” paparnya.
Perbaikan tanggul Desa Jumeneng sudah sejak hari H dilakukan perbaikan.
“Kami turunkan alat berat dan kita juga bekerjasama dengan BBWS dan sekarang sudah diambil alih oleh BBWS. Kami terkendala akses material sejauh 800 meter. Hal itu sudah kami percepat dan hari ini sudah progres 70-80%,” tuturnya.
Pihaknya sudah mendulukan perbaikan bagian tanggul depan yang berhadapan dengan sungai sadar. Sehingga saat sungai sadar tinggi dia sudah aman, tidak sampai jebol kembali.
“Sekarang tinggal penguatan, peninggian, dan penambahan badan tanggul saja. Ada pintu Dam Tinggarbuntut yang memang rusak tidak bisa dibuka. Dan sudah kami sampaikan ke BBWS karena ini urgent dan nantinya dari BBWS akan segera memperbaikinya,” jelasnya. (Jay/Adv)










