mahkota555

Lapas Kalianda Distribusikan Kartu BRIZZI untuk WBP, Dorong Sistem Transaksi Non Tunai yang Aman dan Transparan

Lapas Kalianda Distribusikan Kartu BRIZZI untuk WBP, Dorong Sistem Transaksi Non Tunai yang Aman dan Transparan

Kalianda, majalahglobal.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus distribusi kartu BRIZZI kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai langkah mendukung penerapan sistem transaksi non tunai (cashless) di lingkungan lapas. Program ini menjadi bagian dari upaya modernisasi layanan pemasyarakatan guna menciptakan sistem transaksi yang lebih aman, tertib, dan transparan.

Kegiatan yang digelar di lingkungan Lapas Kalianda tersebut diikuti oleh sejumlah warga binaan yang mendapatkan penjelasan langsung terkait penggunaan kartu BRIZZI. Dalam sosialisasi tersebut, petugas memberikan pemahaman mengenai mekanisme transaksi, cara pengisian saldo (top up), hingga pemanfaatan kartu untuk kebutuhan transaksi sehari-hari di dalam lapas, seperti pembelian di kantin maupun layanan lainnya.

Penerapan kartu BRIZZI ini diharapkan dapat meminimalisir penggunaan uang tunai di dalam lapas sehingga aktivitas transaksi menjadi lebih terkontrol dan tercatat secara sistematis. Selain itu, sistem ini juga mempermudah keluarga warga binaan dalam mengirimkan dana kepada kerabat mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.

Dengan sistem digital tersebut, proses pengiriman dana menjadi lebih praktis dan aman karena setiap transaksi tercatat secara jelas. Hal ini sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan uang tunai serta mendukung terciptanya tata kelola layanan pemasyarakatan yang lebih akuntabel.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrahman, menyampaikan bahwa implementasi transaksi non tunai merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang modern dan profesional.

“Penerapan kartu BRIZZI ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan sistem transaksi yang lebih tertib, aman, dan transparan di dalam lapas. Kami ingin memastikan bahwa warga binaan dapat bertransaksi dengan mudah, sementara keluarga mereka juga merasa tenang karena pengiriman dana dapat dipantau secara jelas dan tercatat,” ujar Beni Nurrahman.

Ia menambahkan, program digitalisasi layanan ini juga sejalan dengan upaya pembenahan sistem pemasyarakatan agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan layanan di dalam lapas.

“Melalui penerapan sistem cashless ini, kami berupaya menghadirkan layanan pemasyarakatan yang lebih modern, profesional, dan akuntabel. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus melakukan inovasi demi meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan warga binaan menyambut positif program tersebut karena dinilai memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi sehari-hari.

“Dengan adanya kartu BRIZZI ini, kami tidak perlu lagi menggunakan uang tunai saat membeli kebutuhan di kantin. Transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan terasa lebih aman karena semuanya tercatat dengan jelas,” ungkap salah satu perwakilan WBP.

Melalui program ini, Lapas Kalianda berharap penerapan sistem transaksi non tunai dapat berjalan optimal serta menjadi bagian dari transformasi layanan pemasyarakatan yang lebih transparan, tertib, dan berbasis teknologi.
Oleh: Andi Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *