mahkota555

Warga dan Pemerintah Desa Candiharjo Desak Lismiati Hentikan Usaha Kelapanya agar Tidak Cemari Lingkungan

Warga dan Pemerintah Desa Candiharjo Desak Lismiati Hentikan Usaha Kelapanya agar Tidak Cemari Lingkungan
Gudang Pengolahan Kelapa Milik Lismiati
Majalahglobal.com, Mojokerto – Warga dan Pemerintah Desa Candiharjo desak Lismiati menghentikan usaha kelapanya agar tidak cemari lingkungan Desa Candiharjo, Ngoro, Mojokerto.
Warga dan Pemerintah Desa Candiharjo Desak Lismiati Hentikan Usaha Kelapanya agar Tidak Cemari Lingkungan
Berita Acara Pemerintah Desa Candiharjo terkait Limbah Air Kelapa Milik Lismiati

Pemerintah Desa Candiharjo dalam berita acara tertulis mendukung pengaduan warga Dusun Bangkal RT 004 RW 001 Desa Candiharjo terkait limbah kelapa milik Lismiati yang beroperasi sejak tahun 2020.

 

“Warga yang terdampak pencemaran sudah melaporkan ke pihak terkait dan sudah dimediasi di Pemerintah Desa Candiharjo di tahun 2021 namun masih belum ada titik temu,” terangnya.

 

Ditambahkannya, warga yang terdampak juga sudah melaporkan ke Polres Mojokerto namun belum ada tindakan.

 

“Warga Dusun Bangkal mengharapkan kegiatan pengelolaan kelapa tersebut untuk berhenti atau pindah dari Desa Candiharjo,” ungkapnya.

 

Kepala Desa Candiharjo, Nuriyanto, menyambut baik kedatangan warga dan berjanji akan segera menindaklanjuti aspirasi tersebut.

 

“Kami akan meneruskan pengaduan warga ke Polres Mojokerto, bila perlu ke Polda Jawa Timur. Kami tidak ingin ada keresahan berkepanjangan di masyarakat,” ujarnya, Senin (23/2/2026) di Balai Desa Candiharjo.

 

Persoalan limbah air kelapa di Desa Candiharjo belum selesai. Pasalnya pemilik air kelapa di Desa Candiharjo yang bernama Lismiati telah dimintai keterangannya oleh petugas Unit Tipidter (Tindak Pidana Tertentu) Polres Mojokerto.

 

Saat dikonfirmasi media ini, Lismiati menerangkan, ia sudah dimintai keterangannya oleh petugas unit Tipidter Polres Mojokerto.

 

“Sudah dicek tidak ada bau dan tidak ada limbah yang dibuang ke kolam ikan. Limbah air kelapa kami sudah ada tandonnya, lalu dibuang melalui pipa ke aliran sungai brantas,” ungkapnya, Senin (23/2/2026) di kediamannya. (Jayak/Tohir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *