Dirjenpas Drs. Mashudi Resmikan Dapur Sehat Lapas Kotaagung, Perkuat Standar Gizi dan Pelayanan Humanis Pemasyarakatan
KOTAAGUNG, majalahglobal.com – Mashudi selaku Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) melakukan kunjungan kerja perdana ke jajaran Pemasyarakatan Lampung dengan meresmikan lima unit Dapur Sehat, yang dipusatkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung, Minggu (22/2/2026).
Salah satu yang turut diresmikan adalah Dapur Sehat Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotaagung sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas layanan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Peresmian ini menjadi langkah strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memastikan pemenuhan hak dasar warga binaan, khususnya penyediaan makanan yang higienis, layak konsumsi, dan bernilai gizi seimbang. Program Dapur Sehat juga menekankan standar kebersihan dapur, kualitas bahan pangan, serta sistem distribusi makanan yang tertib sesuai ketentuan.
Dalam arahannya, Dirjenpas menegaskan pentingnya tanggung jawab seluruh jajaran dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara profesional dan humanis. Ia juga mengingatkan bahwa program ketahanan pangan harus menjadi perhatian bersama sebagai bagian dari transformasi pemasyarakatan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan warga binaan maupun masyarakat luas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Lampung, termasuk Kepala Lapas Kelas IIB Kotaagung, Andi Gunawan, yang menyatakan dukungan penuh terhadap program strategis tersebut.
“Peresmian Dapur Sehat ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata komitmen kita dalam memenuhi hak dasar Warga Binaan. Makanan yang higienis dan bergizi adalah bagian dari pembinaan. Saya menegaskan kepada seluruh jajaran agar bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga standar kebersihan, serta memastikan distribusi makanan berjalan tertib dan sesuai regulasi. Pemasyarakatan harus semakin humanis, profesional, dan memberi pelayanan terbaik, baik kepada warga binaan maupun masyarakat,” tegas Mashudi.
Sementara itu, Jalu Yuswa Panjang menyampaikan bahwa program Dapur Sehat merupakan bagian dari transformasi layanan pemasyarakatan berbasis standar nasional.
“Dapur Sehat adalah simbol perubahan. Kita ingin memastikan seluruh proses, mulai dari pengadaan bahan pangan, pengolahan, hingga distribusi, dilakukan secara transparan, higienis, dan terukur. Dengan standar yang sama di seluruh UPT, kualitas layanan akan semakin merata dan profesional,” ujarnya.
Kalapas Kelas IIB Kotaagung, Andi Gunawan, menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengimplementasikan program tersebut secara konsisten.
“Kehadiran dan peresmian langsung oleh Dirjenpas menjadi motivasi besar bagi kami. Dapur Sehat bukan hanya fasilitas, tetapi komitmen pelayanan. Kami siap menjaga standar kebersihan, kualitas gizi, serta tata kelola distribusi makanan agar benar-benar memberikan manfaat optimal bagi seluruh Warga Binaan di Lapas Kotaagung,” ungkap Andi Gunawan.
Dengan diresmikannya Dapur Sehat ini, jajaran Pemasyarakatan Lampung menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada pembinaan.
Oleh: Andi Raya










