Berkah Ramadhan di Ponpes Khomsani Nur Klanting

Lumajang – Alhamdulillah, Ramadan tahun ini kembali Allah pertemukan kita dengan bulan yang selalu dinanti—bulan umat, bulan pembinaan jiwa, dan bulan penguat ukhuwah. Di Pondok Pesantren Khomsani Nur Klanting, Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum pembaruan niat dan peningkatan kualitas ibadah.

 

 

Menyambut dengan Kebersihan dan Kesiapan.

Ramadan diawali dengan kegiatan bersih-bersih gubug, kamar mandi, dapur, dan ruang kelas. Kebersihan lahir menjadi simbol kesiapan batin. Sebab ruang yang bersih memudahkan hati untuk lebih khusyuk dalam beribadah.

 

Mengaji Sepanjang Hari.

Kegiatan ilmiah dan ruhani berjalan penuh:

Kelas Kitab: Kajian Kitab Salaf pada siang hari.

Kelas Al-Qur’an: Murojaah sore dan malam.

Tadarus bersama: Setiap malam untuk seluruh santri.

Pengajian Kitab Fathul Qorib: Ba’da Duhur, diisi langsung oleh Pengasuh Pondok.

Menulis Sholawat Nuruz Zaman: Ba’da Tarawih, menjadi kegiatan yang istimewa dan memperindah malam-malam Ramadan.

 

Antusias Donatur dan Kebersamaan Bukber.

Semangat Ramadan juga terasa dari para donatur. Dalam waktu singkat, daftar donasi buka bersama untuk 150 santri setiap hari langsung terpenuhi. Tidak hanya dari Lumajang, tetapi juga dari Jakarta dan Surabaya.

Ada yang berdonasi satu hari, dua hari, bahkan tiga hari.

 

Menu pun bervariasi, menghadirkan kebahagiaan sederhana setiap hari.

Kebersamaan ini menjadi bukti bahwa Ramadan menyatukan hati, meski terpisah jarak.

 

Tarawih Satu Juz Setiap Malam.

Yang menjadikan Ramadan di pondok ini begitu istimewa adalah pelaksanaan Tarawih satu juz setiap malam.

Di Asrama Tahfidz Putra

Di Ndalem untuk santri putri

Para imam adalah santri penghafal Al-Qur’an, sebagai latihan sekaligus penguatan hafalan mereka.

 

Suasana syahdu menyelimuti. Lokasi pesantren yang berada di tengah sawah menghadirkan ketenangan alami: gemericik air, hembusan angin, dan suara alam yang menemani setiap ayat yang dilantunkan. Meski satu juz setiap malam, tarawih terasa ringan. Di setiap pertengahan rakaat tersedia jeda istirahat, dimanfaatkan untuk minum atau sekadar merilekskan otot.

 

Sahur dalam Kebersamaan.

Setiap malam, sahur disiapkan bersama di dapur sederhana. Aktivitas ini mempererat rasa kebersamaan dan melatih kemandirian.

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang membangun jiwa, memperkuat hafalan, memperdalam ilmu, dan mempererat persaudaraan.

 

Semoga Ramadan tahun ini lebih baik dari sebelumnya, dan semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan Ramadan berikutnya dalam keadaan iman yang lebih kokoh.

Amin ya Rabbal ‘Alamin.

(Atz)

Exit mobile version