Halsel – Ketua Komisi l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Selatan. Provinsi Maluku Utara. Munawir Bahar Kasuba, S.T menegaskan akan memanggil sejumlah kepala desa (Kades) untuk membuka terang benderang dugaan kasus pemerasan belasan juta yang disebut-sebut ada keterlibatan oknum anggota Dewan.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi l DPRD Halsel, Munawir Bahar kepada Media ini usai namanya disebut dugaan terlibat menerima uang belasan juta dari beberapa Kades yang bermasalah dijanjikan tidak akan diusulkan untuk dinonaktifkan.
Munawir juga membantah jika dirinya tidak mengetahui soal dugaan kasus pemerasan tersebut.
“Saya tidak mau tanggapi kerena tidak benar. Silahkan konfirmasi dengan kades dan hadirkan, saya bekerja atas lembaga dprd,” Kata Munawir via chat whatsAPP, minggu (01/02/2026)
Ketua Fraksi PKS itu menegaskan bahwa jika benar adanya kades yang memberikan uang suap kepadanya maka segera dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) untuk dimintai keterangan.
“Jd kalau ada kades yang mengaku melakukan suap kepada saya dan di janjikan untuk di kembalikan atau apapun masalhnya, silahkan laporkan ke BK ( BADAN KEHORMATAN U5K.D8 MINTAI KETERANGAN ), dan penvemaran nama baik saya sebagai anggota dprd dan ketua fraksi pks,”tegas Munawir
Ia membenarkan bahwa saat ini sebanyak tiga belas kepala desa yang bermasalah telah dinonaktifkan akan di panggil dan tidak perlu ditakuti harus terbuka, agar hal serupa dapat di evaluasi demi nama baik lembaga DPRD, oknum siapa yang terlibat dilaporkan ke BK.
“Ada 13 kades yang saat ini nermaslah yang di nonaktifkan, silahkan tanya kepada mereka atau hadirkan semua di BK dan saya akan panggil mereka di komisi l untuk di hadirkan di badan kehormatan dprd,” Tandasnya
Wakil ketua komisi l DPRD Halsel Fraksi Gerindra Iksan Basrah, yang disebut-sebut dalam dugaan melakukan pemerasan belasan juta. Namun, kembali dikonfirmasi sambungan telfon dan via pesan whatsAPP ke nomor 0813-5694-9XXX belum menanggapinya hingga berita ini diturunkan yang ke 4 kalinya.
(Jurnalis/Kandi)
